Kabar27- Inovasi daerah merupakan bagian penting untuk mensejahterakan masyarakat Kota Tidore Kepulauan kedepan yang lebih baik, karena dengan inovasi sebuah daerah bisa berkembang lebih maju dari sebelumnya.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat memberikan arahan pada sosialisasi Inovasi Daerah, yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tidore Kepulauan yang diikuti oleh Para Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, Pimpinan OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas se Kota Tidore, berjalan aman dan lancar, di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota, Rabu (21/5/2025).
“Karena inovasi menjadi indikator penting dalam penilaian pemerintah Pusat kepada daerah agar serius untuk dilaksanakan, sehingga butuh kesadaran bagi semua pihak agar inovasi ini dapat dilaksanakan dengan baik kedepan, dan Kota Tidore menjadi Kota yang terinovatif yang merupakan hasil dari kerja keras kita semua.” kata dia.
Muhammad Sinen juga menekankan, dalam sebuah pekerjaan harus menanamkan rasa malu dan takut sehingga Tidore ini akan maju, karena jika memiliki rasa malu atas pencapaian orang lain dan takut dengan inovasi yang belum dicapai maka hasil akan menjadi maksimal.
Dirinya menegaskan, tanamkan dalam diri masing-,masing bahwa tanggung jawab membangun Kota Tidore bukan ada pada Wali Kota dan Wakil Wali Kota tetapi setiap ASN dan masyarakat Kota Tidore memiliki tanggung jawab yang sama untuk bagaimana membangun Kota Tidore kedepan yang lebih baik.
“Jadi sejahtera atau tidaknya masyarakat Tidore tergantung pada kita yang ada di Pemerintahan Tidore, sehingga saya minta kepada para Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, Pimpinan OPD bahkan para Kepala Desa untuk proaktif dalam meningkatkan inovasi, bantu saya dan pak wakil Wali Kota untuk mensejahterakan masyarakat Kota Tidore Kepulauan yang lebih baik kedepan.” tandasnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengatakan, prestasi inovasi Kota Tidore Kepulauan pada Tahun 2020 hingga 2024 sangat naik dari kurang inovasi, inovasi sampai sangat inovasi sehingga kedepan harus ditargetkan menjadi Kota Terinovatif.
“Kalau kita meraih suatu prestasi itu sangat mudah namun sangat sulit untuk mempertahankan prestasi tersebut, sehingga saya berharap agar kita mampu untuk mempertahankan dan meningkatkan inovasi tersebut sehingga bisa mencapai Kota Terinovatif di Tahun 2025,” kata Ismail.
Tidore memiliki banyak potensi, jangankan 200 inovasi akan tetapi 300 inovasi pun bisa dicapai tergantung kerja keras semua agar sama- sama untuk mewujudkan Tidore sebagai Kota Terinovatif di Tahun 2025 ini.
“Bahkan Kota Tidore Kepulauan menjadi satu- satunya Kota di Maluku Utara yang berpotensi masuk dalam 10 besar Nasional, dengan jumlah inovasi 87 inovasi yang tersebar di 43 inovasi OPD, 21 inovasi Puskesmas dan 9 Inovasi Desa dan 14 Inovasi Kelurahan, sehingga rekomendasi menuju 10 besar nasional kita harus memiliki 200 inovasi dengan skor indeks minimal 90,00,” tuturnya.
Diharapkan agar seluruh OPD, Camat, Kelurahan, Desa dan Puskesmas agar dapat memaksimalkan inovasi- inovasi terbaik yang ada di masing- masing instansi sehingga dapat mewujudkan Tidore yang maju dan penuh dengan inovasi.

