Site icon KABAR27

Dorong Digitalisasi Transaksi, Pemda Halteng dan Bank Maluku-Malut Luncurkan SP2D Online Terintegrasi

Foto bersama saat menekan tombol serine di Upacara HUT ke 36 Halteng

Foto bersama saat menekan tombol serine di Upacara HUT ke 36 Halteng

KabarHalteng-  Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bersama PT Bank Maluku-Malut meluncurkan Sistem Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online Terintegrasi sebagai hadiah istimewa pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah.

Peluncuran ini menjadi langkah penting dalam mendorong modernisasi tata kelola keuangan daerah.

Melalui penerapan sistem tersebut, Halmahera Tengah tercatat sebagai kabupaten pertama di Provinsi Maluku Utara yang secara resmi menerapkan SP2D Online Terintegrasi.

Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirene secara bersama-sama oleh Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (P2KD) Kemendagri, Simon Saimima, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji, Wakil Bupati Ahlan Djumadil, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, serta Direksi PT Bank Maluku-Malut, Abidin Ali.

Kehadiran sistem ini merupakan hasil sinergi antara Pemkab Halmahera Tengah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, dan PT Bank Maluku-Malut dalam memperkuat sistem pengelolaan keuangan daerah berbasis digital.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, secara nasional sebanyak 379 pemerintah daerah telah terintegrasi dengan sistem ini. Jumlah itu terdiri atas 30 pemerintah provinsi, 68 pemerintah kota, dan 281 pemerintah kabupaten.

Dengan penerapan tersebut, Halmahera Tengah menjadi kabupaten ke-282 secara nasional yang mengimplementasikan SP2D Online Terintegrasi.

Penerapan sistem ini diharapkan mampu mempercepat proses pencairan dana daerah, menyederhanakan prosedur administrasi, serta meminimalkan potensi kesalahan dalam proses penatausahaan keuangan.

Integrasi secara daring juga menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Lebih dari sekadar pembaruan teknologi, peluncuran SP2D Online Terintegrasi menjadi bagian dari langkah reformasi birokrasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan terpercaya.

Momentum HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah pun tidak hanya menjadi ajang perayaan hari jadi daerah, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghadirkan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan.

Melalui kolaborasi dengan PT Bank Maluku-Malut dan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Halmahera Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Fagogoru.

Sebelumnya, pada Selasa (29/9/2026), Bank Maluku–Malut Cabang Weda melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) Penerapan Sistem Pembayaran Surat Perintah Membayar Secara Online atau SP2D Online di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

Kepala Bank Maluku–Malut Cabang Weda, Windy S. Suandy, menyampaikan bahwa sistem baru ini mengubah seluruh proses pengelolaan keuangan daerah yang selama ini dilakukan secara manual menjadi terintegrasi.

“Proses pencairan dana yang selama ini kita lakukan secara manual dan membutuhkan waktu, kini dapat dilakukan secara online, terintegrasi, dan otomatis. Tidak ada lagi antrean di bank untuk SP2D-nya. Tidak ada lagi selisih catatan antara pemerintah daerah dan bank. Semua terpantau secara real time,” ujar Windy.

Windy menjelaskan bahwa selama ini proses yang ditempuh berbelit, seperti bendahara menginput SPM, dibawa ke BPKAD untuk dicetak SP2D, kemudian dibawa lagi ke bank untuk diinput ulang. Proses ini sering terhambat apabila masa berlaku kode bilink habis, atau dana ditransfer ke bank lain.

“Mungkin saat ini adalah hal yang paling efisien, teman-teman bisa melakukannya secara real time langsung. Misalnya bendahara melakukan penginputan, terverifikasi oleh bagian keuangan, itu langsung masuk ke rekening tujuan. Langsung tercatat dan meminimalkan kesalahan atau human error,”tutupnya.

Exit mobile version