Kabar27 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) melakukan kunjungan koordinasi ke kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate pada Rabu (3/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat kantor BP2RD tersebut berfokus pada evaluasi dan perumusan langkah-langkah strategis dalam mendongkrak penerimaan kas daerah di Halmahera Utara.
Dalam kunjungan kerja ini, rombongan wakil rakyat tersebut didampingi langsung oleh tim dari Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Halut untuk memastikan jalannya koordinasi berjalan teknis dan administratif dengan baik.
Agenda utama pertemuan adalah sinkronisasi data fiskal daerah dan pembahasan regulasi baru guna mengoptimalkan potensi retribusi serta pajak di wilayah Kabupaten Halmahera Utara.
Ketua Komisi II DPRD Halmahera Utara, Oni Pulo kepada sejumlah wartawan termasuk menyampaikan, kunjungan ini merupakan langkah strategis mengingat Pemerintah Kabupaten Halut baru saja membentuk dinas baru, yaitu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Kami banyak belajar bagaimana sistem pengelolaan pajak dan retribusi di Kota Ternate. Kami mengetahui persis pendapatan pajak di sini cukup signifikan, sehingga kami ingin mengadopsi trik-trik yang ada untuk dibawa pulang ke Halmahera Utara,” ujar Oni.
Politisi Partai Demokrat tersebut menjelaskan, hasil diskusi bersama Kepala BP2RD Kota Ternate bersama jajarannya membuka banyak ruang gagasan baru. Data menunjukkan tren pendapatan pajak Kota Ternate terus merangkak naik secara signifikan setiap tahunnya.
“Pembahasan tadi melahirkan pikiran-pikiran yang akan segera kami terapkan. Karena Bapenda di Halmahera Utara ini belum terlalu lama dibentuk, kami butuh belajar agar ke depan pengelolaan pajak dan retribusi kami bisa mendekati capaian Kota Ternate,” tambahnya.
Sekembalinya dari studi banding ini, Komisi II DPRD Halut dijadwalkan segera menggelar rapat kerja bersama Bapenda Halut untuk merumuskan opsi-opsi taktis guna menggenjot sektor pajak dan retribusi.
Di akhir pernyataan, Oni Pulo tidak ragu memuji performa ekonomi Kota Ternate. Dia menyebut kota ini sebagai barometer utama dan percontohan bagi kabupaten/kota lain di Maluku Utara dalam hal kemandirian fiskal.
“Alasan memilih Kota Ternate karena Kota Ternate dinilai sebagai ‘primadona’ dan percontohan dengan pertumbuhan pendapatan pajak paling signifikan di Maluku Utara. Ini harus diakui secara jujur jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya,” pungkas Ketua Komisi II tersebut.
Pertemuan kemitraan antara pihak legislatif dan eksekutif beda daerah itu diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan baru yang berpihak pada percepatan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Halmahera Barat melalui kemandirian fiskal.
Sementara itu, Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasim mengapresiasi kunjungan DPRD Kabupaten Halmahera Utara (Halut), ke kantor BP2RD Kota Ternate.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum silaturrahmi sekaligus tukar informasi antardaerah terutama Kota Ternate dan Halmahera Utara.

