Site icon KABAR27

DWP dan GOW Kota Ternate Gelar Pelatihan Pengolahan Produk Lokal

Kabar27 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ternate melalui Bidang Ekonomi bekerja sama dengan Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kota Ternate menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Produk Lokal di Aula BPKAD Kota Ternate, Sabtu (10/10/2026).

Mengusung tema “Kegiatan Pelatihan Pengolahan Produk Lokal dalam Rangka Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM” dengan subtema “Mengolah Potensi Lokal Menjadi Peluang Ekonomi Keluarga” kegiatan ini bertujuan untuk mendorong tumbuh kembang wirausaha baru di lingkungan keluarga ASN dan masyarakat Ternate.

Pelatihan kolaboratif ini, diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari 20 pengurus dan anggota DWP Kota Ternate serta 20 perwakilan organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Kota Ternate.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ternate, Ny. Hj. Hasmiati Rizal Marsaoly, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan Pelatihan Pengolahan Produk Lokal yang diinisiasi oleh Bidang Ekonomi DWP bekerja sama dengan GOW Kota Ternate.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya membekali kaum perempuan dengan keterampilan praktis, tetapi juga menjawab tantangan ekonomi keluarga di tengah dinamika saat ini.

“Atas nama pengurus dan keluarga besar DWP Kota Ternate, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bidang Ekonomi serta GOW Kota Ternate,” kata Hasmiati.

Menurutnya, Kota Ternate dan Maluku Utara pada umumnya dikaruniai kekayaan alam yang luar biasa—mulai dari rempah-rempah, hasil laut, hingga komoditas pangan lokal lainnya. “Tugas kita bersama adalah mengolah potensi tersebut secara kreatif agar bernilai tambah dan bernilai ekonomis tinggi,” sambunya.

Ny. Hj. Hasmiati Rizal Marsaoly juga menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya istri ASN dan para pelaku UMKM perempuan, untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menguasai aspek digital marketing dan pengemasan produk yang menarik.

“Kami tidak ingin pelatihan ini sekadar menjadi acara seremonial atau selesai hari ini saja. Melalui dukungan narasumber yang luar biasa, mulai dari praktik baking kelas dunia, strategi pengelolaan UMKM, hingga pemasaran digital, kami berharap para peserta dapat langsung mengaplikasikannya. Istri ASN dan kaum perempuan harus mandiri, kreatif, dan berdaya saing, sehingga mampu menjadi pilar penopang kesejahteraan dan ketahanan ekonomi keluarga di Kota Ternate,” terang Hasmiati.

Ke depan, DWP Kota Ternate berkomitmen untuk terus mengawal program-program pemberdayaan semacam ini melalui pendampingan berkelanjutan serta memfasilitasi ruang promosi dan pameran bagi produk-produk hasil karya anggota.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi DWP Kota Ternate, Risnawati, dalam laporannya menyampaikan, Kota Ternate memiliki kekayaan bahan baku lokal melimpah seperti pisang, singkong, ikan, dan rempah-rempah khas Maluku Utara yang bernilai ekonomis tinggi jika dikelola secara kreatif.

“DWP Kota Ternate memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Melalui pelatihan ini, kami berharap para anggota tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga terdorong untuk lebih kreatif, mandiri, dan berdaya saing dalam mengembangkan usaha rumahan,” ujar Risnawati.

Pelatihan ini mengombinasikan sesi teori dan praktik langsung. Rangkaian materi yang disajikan mencakup wawasan kewirausahaan, teknik pengolahan pangan, strategi pengemasan (packaging), pelabelan produk, hingga manajemen keuangan sederhana.

Tiga narasumber berkompeten dihadirkan untuk membekali para peserta, antara lain, Chef Indah (Interflour): Mengisi sesi Baking Demo Class dengan mempraktikkan secara langsung teknik pembuatan aneka olahan berbahan dasar rempah lokal.

Selain itu, Irmawati A. Husen, (Owner Ifamoy) turut dihadirkan untuk memberikan pemaparan strategi pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan potensi produk UMKM lokal agar bernilai jual tinggi.

Sementara materi strategi promosi media sosial dan teknik menarik minat pelanggan di era digital, disampaikan oleh Rangga Ilhamda M. Putra (Komunitas Inkubator Ekonomi Kreatif).

Melalui kegiatan ini, DWP dan GOW Kota Ternate berharap para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk membuka peluang usaha baru yang dapat menopang kesejahteraan keluarga, sekaligus melestarikan kekayaan kuliner khas Maluku Utara agar dikenal lebih luas.

Pihak penyelenggara juga menekankan bahwa program ini tidak akan berhenti pada tahapan pelatihan semata, melainkan akan ditindaklanjuti dengan pendampingan berkelanjutan serta fasilitasi pameran produk bagi karya-karya hasil olahan peserta.

Exit mobile version