Kabar27 – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bergerak cepat merespons dampak musibah kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome.
Melalui aksi kolaboratif bertajuk “ASN Peduli” ratusan warga lanjut usia (lansia) di Kelurahan Sulamadaha menerima bantuan paket kebutuhan pokok serta pemeriksaan kesehatan gratis pada Rabu (14/10/2026).
Aksi kemanusiaan ini lahir dari sinergi lintas instansi, melibatkan Dinas Kesehatan Kota Ternate, Puskesmas Sulamadaha, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) melalui BKPSDM Kota Ternate, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Ternate beserta para dokter spesialis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate sekaligus Ketua KORPRI Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, mengungkapkan, paket sembako yang disalurkan murni berasal dari iuran swadaya para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Ternate.
Dikatakan Sekda, di tengah rutinitas menjalankan roda pemerintahan, para ASN tergerak untuk mengulurkan tangan secara langsung kepada kelompok rentan.
“Dari total sasaran sekitar 128 lansia (84 di antaranya aktif), kami menyiapkan 125 paket sembako berupa beras, gula, minyak goreng, teh, dan mie instan yang disalurkan melalui kegiatan Posyandu Lansia,” jelas Rizal.
Tak berhenti pada lansia, Pemkot Ternate juga tengah merancang penyaluran bantuan tahap berikutnya dengan sasaran balita dan ibu hamil.
Sekda yang juga selaku Ketua Tim Tanggap Darurat Karhutla Kota Ternate itu, menambahkan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan posko bantuan serta menggalang potensi dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor perbankan.
Selain pemenuhan gizi dan pangan, penanganan dampak kesehatan akibat kepungan asap TPA Buku Deru-Deru menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, menyampaikan, para lansia dikumpulkan sejak pagi untuk mendapatkan pelayanan medis, obat-obatan gratis, hingga edukasi kesehatan.
“Kelompok usila (usia lanjut) sengaja kita kumpulkan sejak pagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sekaligus sosialisasi terkait kondisi udara terkini dan protokol pemakaian masker,” terang dr. Fathiyah.
Selain memprioritaskan pemulihan kesehatan masyarakat, Pemkot Ternate mulai memetakan dampak ekonomi yang dialami warga akibat kebakaran TPA.
Tim gabungan dari Dinas Pertanian, Bidang Aset, serta Lurah setempat diturunkan langsung ke lapangan untuk menginventarisasi kerugian materiil.
Pendataan lapangan ini mencakup inventarisasi hewan ternak warga yang mati akibat kepungan asap atau kobaran api serta pendataan lahan dan tanaman warga yang ikut terbakar.
Langkah cepat ini dilakukan guna menyusun skema penanganan tepat sasaran serta bantuan susulan bagi warga yang kehilangan aset maupun mata pencaharian akibat musibah tersebut.

