Site icon KABAR27

Insiden KM Permata Obi di Pelabuhan Jailolo Terkendali, UPP Rilis Kronologi Resmi

Kabar27- Otoritas Pelabuhan Jailolo (UPP) secara resmi merilis data dan kronologi lengkap terkait insiden tertabraknya KM Queen Mary oleh KM Permata Obi di area kolam Pelabuhan Jailolo, Halmahera Barat, pada Senin (17/08/2026). Peristiwa ini dipastikan telah ditangani dengan baik dan situasi tetap berada di bawah kendali penuh pihak otoritas pelabuhan.Insiden terjadi pada pukul 08.20 WIT, saat itu KM Permata Obi baru saja tiba di Pelabuhan Jailolo dan bersiap melakukan olah gerak untuk sandar di dermaga dengan posisi sandar kiri. Namun, saat mendekati area dermaga, kapal mendadak mendapat dorongan angin serta arus laut yang sangat kencang.

Kondisi tersebut membuat kecepatan kapal menjadi tidak terkendali hingga akhirnya membentur bagian buritan (belakang) KM Queen Mary yang sedang bertambat untuk melayani proses embarkasi dan debarkasi penumpang.

Tabrakan keras sehingga tali tambat KM. Queen Marry putus seluruhnya dan kapal hanyut ke bagian utara tidak jauh dari dermaga.

Akibatnya dari KM. Permata Obi terdapat Goresan pada haluan kapal dan KM. Queen Marry (kena–tubruk) mengalami kerusakan; Pagar kapal di bagian deck 2 dan buritan kapal mengalami kebocoran dan seluruh tali tambat kapal putus.

Selain itu terdapat kerusakan satu buah Karet Fender Dermaga Sobek serta kerusaakan pada kendaraan roda dua sebanyak 6 Unit (Rusak Ringan) milik Penumpang yang sudah dimuat ke Kapal tersebut

Tetcatat kapasitas Kapal masing-masing  yakni untuk  KM. Permata Obi Gross Tonnage (GT) : 1.216 GT dinakodahi Fritz Mardianto milik Agen  PT. Pelayaran Putra Obi Mandiri Kapal tersebut diketahui dari Manado dengan tujuan lanjut ke Ternate.

Sementara KM. Queen Marry berkapasitas Gross Tonnage (GT) : 395 GT dinakodahi oleh
Mahfud Nuturamun milik PT. Ibu Putra Mandiri yang rencannya mau bertolak ke Kota Ternate.

Kepala UPP Jailolo Rosihan Gamtjim menyampaikan, semua masih dalam kendali. Peristiwa ini juga telah dilaporlan ke pusat yang tembusannya disampaikan ke Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan Laut dengan data-data lapangan termasuk kronologisnya.

“Proses penyelesaian sudah ditempuh melalui mediasi di Kantor UPP Jailolo dan kedua belah pihak bersedia diselesaikan secara kekeluargaan. Maka semua masih dalam kendali,” ungkapnya.

Exit mobile version