Site icon KABAR27

Lagi! Ternate Torehkan Prestasi Terbaik 1 Jamsostek Award Malut 2026

Kabar27 – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Penghargaan Terbaik 1 Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dalam ajang Penganugerahan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Award Provinsi Maluku Utara Tahun 2026.

Prestasi ini sekaligus menandai kemenangan Ternate untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, yang hadir mewakili Wali Kota Ternate.

Acara penganugerahan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan ini berlangsung di Sahid Bella Hotel, Ternate, pada Selasa (28/7/2026).

Turut hadir dalam agenda tersebut, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi-Maluku, Suci Rahmad, serta sejumlah kepala daerah se-Maluku Utara.

Usai menerima penghargaan, Sekda Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, mengungkapkan rasa syukurnya atas posisi Ternate yang masih bertahan di puncak.

Meski demikian  Sekda menekankan bahwa esensi dari pencapaian ini bukanlah trofi semata. “Ini bukan soal juara yang dilihat, akan tetapi bagaimana pemerintah memberikan kepedulian kepada pekerja rentan. Baik itu tukang ojek, nelayan, pekerja bengkel, penyapu jalan, dan pekerja lainnya yang merupakan bagian dari masyarakat yang ikut berkontribusi membangun kota ini,” tegas Rizal.

Menurutnya, para pekerja di sektor informal dan rentan ini sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan dari negara. Komitmen ini bahkan mencakup perlindungan bagi para Ketua RT/RW hingga penjaga masjid atau rumah ibadah, sebuah kebijakan yang telah dibangun sejak periode pertama kepemimpinan Wali Kota Ternate saat ini.

Rizal, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bappelitbangda, menjelaskan  keberpihakan kepada pekerja rentan ini telah terintegrasi langsung ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kota dalam menerjemahkan regulasi negara menjadi aksi nyata perlindungan masyarakat melalui instrumen BPJS Ketenagakerjaan.

Hebatnya, kebijakan ini tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran.

“Walaupun dalam kondisi efisiensi APBD, kami tetap berpikir agar kebijakan strategis yang berdampak langsung kepada kepentingan masyarakat harus dikedepankan dan diprioritaskan,” jelasnya.

Lebih jauh, Pemkot Ternate berencana untuk terus memperluas cakupan penerima manfaat perlindungan ini. “Di tahun 2027 nanti, akan kita perluas lagi kepada pekerja-pekerja rentan yang lain sebagai bentuk komitmen Pemkot Ternate,” tambahnya.

Orang nomor tiga di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu mengilustrasikan betapa besarnya manfaat dari program ini. Meskipun nilai preminya terbilang kecil, manfaat perlindungan yang diterima bisa sangat besar hingga mencapai ratusan juta rupiah apabila terjadi risiko kecelakaan kerja atau kematian.

Keberhasilan Pemkot Ternate meraih juara pertama tidak lepas dari pencapaian maksimal pada indikator penilaian Jamsostek Award.

Pemkot Ternate berhasil memenuhi seluruh kriteria dengan cakupan yang meliputi, Universal Coverage Jamsostek (UCJ) (Bobot 40%), Cakupan kepesertaan yang luas di Ternate.

Regulasi dan Penganggaran (Bobot 30%), dimana Ternate dinilai sangat baik karena telah memiliki landasan hukum berupa Peraturan Wali Kota (Perwali) dan telah merealisasikan perlindungan pekerja rentan murni menggunakan APBD.

Serta Inovasi Program (Bobot 30%), terobosan dan inovasi Pemkot Ternate dalam menjangkau masyarakat pekerja informal.

“Maka dari tiga indikator itu kita sudah memenuhi semuanya dan memberikan kontribusi terhadap Ternate di ranking nomor satu,” papar Rizal.

Dengan predikat juara bertahan di tingkat provinsi, Rizal menaruh harapan besar agar inovasi perlindungan pekerja rentan di Ternate tidak hanya berhenti di level lokal.

“Dengan adanya penghargaan yang sudah dua kali diterima ini, kami berharap ke depannya bisa menembus ke level nasional, bukan lagi sekadar di tingkat provinsi saja,” pungkasnya optimis.

 

Exit mobile version