Site icon KABAR27

Mahasiswa KKN Unkhair dan Pemuda Gamtufkange Gelar Festival Budaya

KabarTidore– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Khairun (KKN Unkhair) Ternate berkolaborasi dengan Pemuda untuk menggelar Festival Budaya dan Desa Wisata Kelurahan Gamtufkange tahun 2026.
Melalui Festival yang digagas dalam kegiatan Pekan Edukasi, Sportivitas dan Kreasi Warga (PESONA) diharapkan dapat mewujudkan kelurahan gamtufkange yang kreatif berbasis kearifan lokal.
Hal ini disampaikan Kepala Kelurahan Gamtufkange Hasanuddin Ismail saat meresmikan Festival Budaya dan Desa Wisata Kelurahan Gamtufkange tahun 2026 di Aula Kelurahan Gamtufkange, Minggu (12/8/2026).
Menurutnya, melalui kegiatan PESONA diharapkan jadi langkah nyata dalam memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta kreativitas masyarakat di kelurahan Gamtufkange.
“Saya berharap potensi lokal dapat semakin di kenal meningkatkan semangat gotong royong, mempererat persatuan serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ucapnya.
Dia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan yang direncanakan mulai pada hari ini tanggal 12 juli sampai 23 juli 2026 bisa berjalan dengan aman, lancar dan tertib.
“Kepada seluruh masyarakat kelurahan gamtufkange, mari sama- sama menjaga keamanan agar kegiatan ini dapat berjalan kondusif juga kebersihan dan kenyamanan tetap terjaga di kelurahan,” jelasnya.
Hasanuddin juga berpesan, kepada mahasiswa agar menjadikan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian nyata pada masyarakat, serta tinggalkan program yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan di kelurahan Gamtufkange.
Sementara, Kordinator KKN Unkhair Ternate Arwan Arsad menyampaikan, kelurahan Gamtufkange memiliki posisi strategis di pusat Kota Tidore Kepulauan yang kaya akan nilai sejarah, tradisi Kesultanan, dan potensi ekonomi kreatif.
Festival ini diselenggerakan sebagai langkah nyata mahasiswa KKN, pemuda, dan masyarakat Gamtufkange untuk melestarikan warisan budaya leluhur, sekaligus mendorong transformasi Gamtufkange sebagai salah satu pilar desa yang memiliki kreatif dan berbasis kearifan lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa nilai gotong royong, adat istiadat, dan tradisional di kelurahan ini tetap hidup mandiri, lestari, dan mampu menjadi kelurahan yang berdampak positif bagi kesejahteraan ekonomi warga,” tutupnya.

Exit mobile version