Kabar27 – Komitmen dalam membangun budaya keamanan pangan di pasar tradisional kembali membuahkan hasil manis bagi Provinsi Maluku Utara.
Pasar Dufa-Dufa yang terletak di Kota Ternate sukses menyabet Juara I Regional Timur dalam Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Tahun 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan POM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., kepada perwakilan Balai POM di Sofifi dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Momen ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober.
Keberhasilan Pasar Dufa-Dufayang diintervensi oleh Balai POM di Sofifi sejak tahun 2025—merupakan buah dari komitmen dan kolaborasi lintas sektor.
Sinergi ini melibatkan Balai POM Maluku Utara di Sofifi, Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pengelola pasar, serta petugas dan fasilitator pasar yang telah dibekali pelatihan keamanan pangan.
Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan prinsip keamanan pangan, baik bagi para pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas dan berbelanja sehari-hari di Pasar Dufa-Dufa.
Dalam arahannya, Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar menegaskan, keamanan pangan harus menjadi prioritas utama pada setiap tahapan penyediaan hingga konsumsi pangan.
Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pangan yang tidak aman menyebabkan sekitar 866 juta kasus penyakit dan 1,5 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Anak-anak di bawah usia lima tahun menjadi kelompok yang paling rentan terhadap bahaya ini.
Taruna mengingatkan bahwa dampak pangan tidak aman tak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menghambat pembangunan sosial-ekonomi, memperberat beban pelayanan kesehatan, hingga merugikan sektor perdagangan dan pariwisata.
“Prinsip Food Safety First harus menjadi prioritas. Bukan pangan jika tidak aman. Mari kita jadikan tema Hari Peringatan Pangan Sedunia ini bukan hanya slogan, melainkan sebuah gerakan nyata,” tegas Prof. Taruna Ikrar.
Capaian Pasar Dufa-Dufa kian memperkuat rekam jejak positif Provinsi Maluku Utara dalam pelaksanaan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
Sebelumnya, Maluku Utara juga sukses mengantarkan sejumlah pasar tradisional melaju ke tingkat nasional dan meraih prestasi, antara lain, Pasar Gosalaha (Kota Tidore Kepulauan), Pasar Bastiong (Kota Ternate) serta Pasar Barito Bahari Berkesan (Kota Ternate)
Pada tahun 2026, tradisi prestasi tersebut berhasil dipertahankan dan dilanjutkan oleh Pasar Dufa-Dufa.
Selain Lomba Pasar Pangan Aman, Pertemuan Germas Sapa 2026 juga menjadi panggung apresiasi bagi pemerintah daerah, desa, sekolah, kader, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM di seluruh Indonesia.
Penghargaan diberikan atas kontribusi aktif dalam Program Desa Pangan Aman, Pembudayaan Keamanan Pangan di Sekolah, serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan UMKM pangan.
Penghargaan yang diraih Pasar Dufa-Dufa diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mempertahankan praktik baik keamanan pangan.
Di saat yang sama, capaian ini diharapkan mampu mendorong pasar-pasar tradisional lain di Maluku Utara agar semakin mandiri dalam menerapkan prinsip pangan aman dan bermutu secara konsisten.

