Kabar27 – Pemerintah Kota Ternate melalui Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate secara resmi mencabut status tanggap darurat bencana dan menetapkan kembali status masa transisi darurat menuju masa pemulihan selama kurang lebih 60 hari kedepan.
Penetapan status darurat transisi menuju masa pemilihan akan diberlakukan sejak tanggal 16 April sampai dengan tanggal 14 Juni 2026
Setelah menerima laporan dari Posko Lapangan di kantor Camat Pulau Batang Dua, Tim Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate langsung menggelar rapat koordinasi di Posko Induk eks Kantor Wali Kota.
Rapat yang dipimpin Sekda Kota Ternate selaku ketua tim tanggap darurat itu, turut dihadiri unsur tekait, diantaranya TNI/Polri, Basarnas, BMKG, Orari serta pihak terkait lainnya.
Berdasarkan laporan dari rapat resmi yang digelar pagi tadi di posko lapangan Kantor Camat Pulau Batang Dua yang telah mereport kondisi terakhir masa tanggap darurat selama 14 hari maka status tanggap darurat secara resmi hari ini berakhir.
“Maka hari ini juga, status masa tanggap darurat diakhiri dan kita masuk pada masa status transisi darurat menuju masa pemulihan kurang lebih 60 hari, dan berlaku mulai besok Kamis, 16 April hingga 14 Juni 2026,” terang Sekda.
Selama masa tarnsisi darurat menuju masa pemulihajn, ada masa rehab konstruksi untuk sejumlah fasilitas yang rusak akibat gempa 7,6 SR di Batang Dua, baik rumah warga, bangunan sekolah, rumah ibadah dan fasiltas publik lainnya.
“Dan di masa rekonstruksi ini tugas kita selanjutnya adalah kita membersihkan puing-puing dan bagunan yang rusak akan segera difasilitasi untuk dibangun, melalui SK perpanjangan. Sehingga Gubernur juga meminta untuk masa perpanjangan, akan menjadi dasar untuk diajukan ke Kementerian Perumahan Rakyat untuk bisa memfasilitasi pembangunan 263 bangunan yang rusak akibat gempa bumi,”ungkapnya.
Sekda juga menambahkan, sesuai laporan pagi tadi dari posko lapangan di Batang Dua, untuk Kelurahan Bido dan Lelewi sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing, kecuali warga yang rumahnya rusak, masih menempati tenda di depan rumah mereka.
“Sedangkan Mayau, ada sebagian warga sudah kembali dan sebagian warga masih bertahan di kamp pengungsian di SD dan SMP. Sementara di Kelurahan Pante Sagu dan Tifure itu rata-rata sudah kondusif,” terangnya.
Meski demikian, Pemerimtah Kota Ternate tetap mengikhtiarkan warga untuk mewaspadai gempa susulan. “Kami juga berharap agar warga tetap waspada dan berikhtiar di rumah mereka masing-masing,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Eriksana Yasa mengatakan, sampai hari ini tercatat tidak kurang dari 1.600 lebih gempa susulan sejak gempa besar 7,6 SR pada awal bulan.
Menurutnya, informasi terakhir dari pagi tadi hingga kini masih terjadi gempa sebanyak 7 kali, namun secara umum tidak dirasakan oleh semua warga Batang Dua.
“Artinya gempa susulan ini terjadi tapi skalanya sudah mengecil. Dan BMKG prediksi gempa susulan akan berakhir dalam 2 atau 3 minggu. Dan sekarang sudah berjalan 2 minggu, mungkin masih ada tetapi skalanya semakin kecil. Dan semoga saja sampai 3 minggu yang sesuai kita prediksi itu tidak lagi adanya gempa susulan,”pungkasnya.

