Site icon KABAR27

Penataan Pasar Modern Ternate: Antara Ketertiban Kota dan Keberlangsungan Ekonomi Pedagang

Penulis : Chelsea Azzahra Gunawan (Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Khairun Ternate)

Penulis: Chelsea Azzahra Gunawan (Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Khairun Ternate)

Protesnya pedagang kaki lima di Pasar Modern Ternate menunjukkan bahwa masalah pengaturan pasar tidak bisa hanya diselesaikan dengan penertiban.

Masalah ini melibatkan dua kepentingan yang penting, yaitu menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas kota serta memastikan ekonomi pedagang kecil tetap berjalan, yang bergantung pada kegiatan jual beli sehari-hari.

Kemacetan di sekitar Pasar Modern Ternate sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat. Tempat berdagang yang ada di pinggir jalan sering membuat arus kendaraan terhambat, terutama saat jam ramai. Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tapi juga menurunkan efektivitas aktivitas ekonomi di area pasar. Dari sisi manajemen operasional, tata ruang pasar yang tidak teratur menyulitkan pergerakan kendaraan, dan pembeli, sehingga mengurangi efisiensi area perdagangan.

Namun, di sisi lain, pedagang kaki lima merupakan bagian penting dari perekonomian masyarakat. Banyak keluarga bergantung pada pendapatan harian dari berdagang untuk memenuhi kebutuhan pokok, biaya sekolah anak, dan keperluan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu, kebijakan penertiban tidak sertai dengan solusi jelas sering menimbulkan kekhawatiran dan penolakan dari pedagang, karena mereka merasa kehilangan akses lokasi strategis yang menjadi sumber pendapatan utama mereka.

Dalam pandangan bisnis, pedagang kaki lima sebenarnya adalah pelaku usaha mikro yang berkontribusi besar untuk perputaran ekonomi lokal. Kehadiran mereka membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau serta membuka lapangan kerja secara mandiri. Oleh sebab itu, pengaturan pasar seharusnya tidak hanya fokus pada ketertiban, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan usaha kecil untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Pemerintah bisa menerapkan cara pengaturan yang sudah berhasil di beberapa kota di Pulau Jawa seperti Surakarta, Yogyakarta, dan Bandung. Di tempat-tempat tersebut, pengaturan pasar dilakukan dengan membangun kios yang lebih teratur, menyediakan jalur khusus bagi pejalan kaki, memperlebar akses bagi kendaraan, serta menempatkan pedagang di zona yang tetap strategis untuk pembeli. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ketertiban kota dan keberlangsungan usaha bisa seimbang jika dikelola dengan perencanaan yang baik.

Konsep yang sama bisa diterapkan di Ternate dengan membagi area berdagang berdasarkan jenis usaha, mengatur jalur kendaraan dan pejalan kaki, serta memberikan tempat berjualan yang mudah dijangkau masyarakat. Dalam pandangan manajemen pemasaran, lokasi usaha sangat berpengaruh pada jumlah pelanggan dan pendapatan pedagang. Oleh karena itu, relokasi harus memperhatikan aksesibilitas agar pedagang tidak kehilangan pasar mereka.

Selain itu, komunikasi yang baik antara pemerintah dan pedagang sangat penting untuk keberhasilan kebijakan pengaturan pasar. Pendekatan melalui dialog terbuka akan membangun rasa saling percaya, karena pedagang merasa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Dalam manajemen sumber daya manusia, komunikasi efektif dapat mengurangi konflik dan meningkatkan kerjasama antara pihak-pihak yang memilikikepentingan.

Akhirnya, penataan Pasar Modern Ternate harus menjadi upaya untuk menciptakan area perdagangan yang lebih teratur, nyaman, dan modern dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakat kecil. Ketertiban kota dan ekonomi masyarakat bukanlah dua hal yang bersaing, tetapi dua tujuan yang dapat dicapai bersamaan melalui kebijakan yang adil, terencana, dan mendukung kepentingan bersama. Dengan penataan yang tepat, Pasar Modern Ternate tidak hanya akan menjadi pusat perdagangan yang terorganisir, tetapi juga menjadi simbol kemajuan kota yang tetap menyediakan ruang bagi usaha kecil untuk berkembang dan bertahan.

(Penulis : Chelsea Azzahra Gunawan
(Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Khairun Ternate)

Exit mobile version