Site icon KABAR27

Peringati Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, Wali Kota Ternate Tekankan Edukasi Literasi Generasi Muda

Wali Kota Ternate saat memberikan sambutan

Wali Kota Ternate saat memberikan sambutan

Kabar27 – Pemerintah Kota Ternate memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Puncak Festival Bulan Bahasa Tahun 2026 yang dirangkai dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Agenda yang diinisiasi oleh Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina Santa Theresia Perwakilan Maluku Utara tersebut digelar di gedung SD Katolik Santa Theresia Kota Ternate pada Rabu (28/10/2026).

Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, hadir dan memberi sambutan pada agenda tersebut. Rangkaian festival ini sebelumnya telah dibuka oleh Wali Kota sejak 3 Oktober 2026 lalu.

Dalam arahannya, Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman menyampaikan, Festival Bulan Bahasa bukan sekadar sarana unjuk kemampuan atau ajang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memupuk rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sekaligus memperkuat identitas bangsa.

“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk menyampaikan gagasan, membangun pengetahuan, mempererat persaudaraan, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman,” ujar Wali Kota.

Terlebih lagi, kegiatan puncak ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa peristiwa sejarah 1928 mengajarkan betapa perbedaan latar belakang suku, agama, dan bahasa daerah tidak menyurutkan tekad para pemuda untuk bersatu demi Indonesia.

Di era digital dan pesatnya perkembangan teknologi media sosial saat ini, budaya literasi dinilai semakin krusial.

Menurut Wali Kota, kemampuan berliterasi melatih generasi muda agar mampu memilah informasi, berpikir kritis, serta berkomunikasi secara santun dan bertanggung jawab.

Selain penguatan Bahasa Indonesia, pentingnya melestarikan bahasa daerah juga turut ditekankan. Bagi Kota Ternate, menjaga bahasa dan budaya lokal merupakan bagian dari upaya merawat warisan sejarah dan kearifan lokal guna memperkuat jati diri masyarakat berbudaya.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui festival ini, kita dapat membangun budaya literasi, mendorong peserta didik berani tampil, serta melatih kreativitas dan kepercayaan diri,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota dua periode itu berpesan kepada para siswa agar tidak hanya berfokus pada hasil menang atau kalah. Hal yang paling utama adalah keberanian mencoba, kedisiplinan dalam berproses, sportivitas, serta semangat untuk terus memperbaiki diri.

“Jadilah generasi muda yang mampu menggunakan bahasa untuk menyebarkan kebaikan, membangun persaudaraan, dan menghadirkan gagasan-gagasan positif demi kemajuan Kota Ternate,” pungkasnya.

Wali Kota atas nama Pemerintah Kota Ternate menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina Santa Theresia Perwakilan Maluku Utara, para guru, panitia, serta seluruh peserta yang telah mensukseskan festival ini.

Exit mobile version