Site icon KABAR27

Puluhan Siswa SD di Ternate Antusias Ikut Lomba Bertutur

Kabar27 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate resmi menggelar lomba bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Ternate.

Kegiatan yang dipusatkan di lantai I Gedung Dispersip ini dibuka langsung oleh Bunda Literasi Kota Ternate, Marliza M. Tauhid, pada Kamis (4/6/2026).

Mengusung tema “Melalui Lomba Bertutur Kita Tumbuhkan Minat Baca dan Kecintaan terhadap Budaya Lokal”, ajang bergengsi ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 4 hingga 5 Juni 2026, dan diikuti oleh 50 peserta dari berbagai sekolah tingkat dasar/madrasah.

Pembukaan acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara Muliadi Tutupoho, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, Kepala Perpustakaan Khusus Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Malut Nanda R. Rahman, serta perwakilan dari Gramedia Kota Ternate selaku pendukung kegiatan.

Bunda Literasi Kota Ternate, Ny Hj Marliza M. Tauhid, menjelaskan, lomba bertutur merupakan strategi efektif untuk merangsang minat baca anak sejak usia dini.

Menurutnya, kemampuan bertutur yang baik tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari kebiasaan membaca yang kuat.

“Untuk bisa bertutur dengan baik, anak-anak tentu membutuhkan referensi dan bahan bacaan. Buku itulah yang nantinya menjadi media mereka untuk memahami dan menyampaikan kembali isi cerita,” ujar Marliza yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kota Ternate.

Lebih lanjut, Marliza berharap esensi dari perlombaan ini tidak selesai begitu panggung ditutup. Selaku Bunda Literasi Kota Ternate, Marliza berharao para pemenang nantinya mampu menjadi agen perubahan atau penggiat literasi yang aktif melestarikan sejarah dan kekayaan budaya Ternate.

“Harapan kami, lewat lomba ini minat baca siswa SD dan Madrasah semakin meningkat, sekaligus memperluas wawasan mereka tentang budaya dan sejarah lokal,” tambahnya

Apresiasi tinggi juga datang dari pihak sekolah. Trisna Amrida, Guru Pendamping dari SD Islam Sahabat Cendikia, menilai ajang seperti ini sangat positif untuk mengasah mental dan kemampuan literasi anak secara menyeluruh.

“Lomba bertutur ini melatih paket lengkap kemampuan siswa; mulai dari membaca, memahami esensi cerita, hingga bagaimana mereka menuturkannya kembali di depan umum. Ini membuktikan bahwa apa yang mereka pelajari di sekolah bisa dipraktikkan dengan nyata,” ungkap Trisna.

Trisna menceritakan, sekolahnya melakukan persiapan matang selama dua minggu sebelum perlombaan, dengan fokus melatih pemahaman teks, penjiwaan cerita, hingga ekspresi di atas panggung.

Dengan modal juara di tahun lalu, dia mengaku optimis anak didiknya bisa kembali mengukir prestasi.

“Tahun lalu siswa kami berhasil meraih juara satu bahkan sampai ke tingkat nasional. Tahun ini kami kembali berpartisipasi dan sangat optimistis bisa mempertahankan gelar juara,” pungkasnya.

Exit mobile version