Site icon KABAR27

PWA Aisyiyah Maluku Utara Peringati Milad Ke- 109 di Kota Tidore

KabarTidore– Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menilai kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Hal itu disampaikan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Kota Tidore Kepulauan, Sofyan Saraha, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan memberikan sambutan pada peringatan Milad ke-109 Aisyiyah di Aula SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Maluku Utara tersebut mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”.

Dalam sambutannya, Sofyan menyampaikan selamat atas Milad ke-109 Aisyiyah. Perjalanan Aisyiyah selama lebih dari satu abad menunjukkan keteguhan dan keikhlasan organisasi tersebut dalam mengabdi kepada umat dan bangsa.

“Pemerintah Daerah Kota Tidore menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Milad ke-109 Aisyiyah. Kami percaya, usia ini membuktikan perjalanan panjang, keteguhan, serta keikhlasan Aisyiyah dalam mengabdi untuk umat dan bangsa,” ungkapnya.

Menurut Syofyan, sejak awal berdiri, Aisyiyah konsisten membawa semangat Islam berkemajuan melalui berbagai bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Aisyiyah hadir membawa perubahan melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, serta penguatan peran perempuan dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Sofyan menilai kiprah tersebut menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi aktor penting yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan masyarakat.

Dia juga menambahkan, pembangunan membutuhkan kerja sama seluruh pihak agar berbagai tantangan dapat dihadapi secara bersama- sama.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsudin Abdulkadir dalam sambutannya mengatakan, semangat memperkokoh dakwah kemanusiaan yang diusung Aisyiyah merupakan hal penting untuk terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, dakwah tidak hanya dimaknai sebagai penyampaian ajaran agama, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menghadirkan kepedulian, keadilan, dan manfaat bagi sesama.

“Di tengah kehidupan masyarakat yang dinamis, nilai-nilai kemanusiaan harus diperkuat. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi alasan untuk membangun kebersamaan dan perdamaian,” kata dia.

Samsudin juga mengatakan, semangat tersebut perlu terus dijaga, terutama di Maluku Utara yang memiliki keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan serta membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai.

Exit mobile version