Kabar27– Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) berpartisipasi dalam program Rescuer Goes to School dengan memberikan edukasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada siswa SMAN 1 Mimika, Papua Tengah, pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Social Event & Education dalam gelaran 8th Indonesia Fire & Rescue Challenge (IFRC) 2026.
Melalui kegiatan ini, personel ERT NHM berbagi pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai penggunaan APAR yang benar dan aman sebagai langkah awal dalam penanganan kebakaran. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, sekaligus menumbuhkan budaya sadar keselamatan sejak dini
“Kami berterima kasih kepada Tim Emergency Response atas edukasi dan pelatihan penggunaan APAR bagi siswa-siswi kami. Semoga ilmu ini bermanfaat dan menumbuhkan kesadaran keselamatan sejak dini,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Mimika, Dra. Nona Yeniy Gogani, M.Pd. dalam sambutannya.
Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti sesi demonstrasi dan praktik langsung penggunaan APAR. Tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, para siswa juga diberi kesempatan untuk mencoba menggunakan alat pemadam api di bawah pengawasan personel ERT NHM.
Pendekatan interaktif ini membantu siswa memahami fungsi APAR serta langkah dasar penggunaannya secara lebih mudah dan praktis.
“Melalui kegiatan Rescuer Goes to School ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami cara menggunakan APAR, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Pengetahuan dasar seperti ini sangat penting agar mereka dapat mengambil langkah awal yang tepat ketika menghadapi potensi kebakaran, tentunya dengan tetap mengutamakan keselamatan diri,” ujar M. Faldi
Limatahu, Personel Volunteer ERT NHM yang terpilih bergabung dalam tim IFRC turut mewakili NHM dalam kegiatan tersebut. Dalam kegiatan Rescuer Goes to School, NHM melibatkan enam personel ERT NHM. Sementara itu, dalam rangkaian IFRC 2026, personel ERT NHM lainnya juga berpartisipasi dalam dua agenda berbeda, yakni Instructor & Manager Meeting yang diikuti Zakaria Barham serta Sertifikasi Kompetensi LSP-BNSP Tanggap Darurat Pertambangan dan Energi Indonesia yang diikuti Muhammad Ifan dan Asrul Abdul Fataha.
“Partisipasi dalam IFRC 2026 menjadi kesempatan bagi tim ERT NHM untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta memperkuat kompetensi di bidang tanggap darurat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat mendukung peningkatan kapasitas tim, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat, baik di lingkungan kerja maupun saat berkontribusibkepada masyarakat,” ujar Zakaria Barham, selaku Manager tim dan Pelatih ERT NHM.
IFRC ke-8 tahun 2026 diselenggarakan oleh Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO) bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai tuan rumah.

