Kabar27 – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi kekayaan rempah dan pangan lokal sebagai motor penggerak ekonomi daerah serta daya tarik pariwisata masa depan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, saat menjadi pemateri dalam ajang Peringatan Hari Pangan Sedunia yang dirangkai dengan Peringatan 1 Dekade Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Ternate yang dipusatkan di Aula Nuku, Lantai 4 Rektorat Kampus Gambesi, Ternate, Kamis (22/10/2026).
Dalam paparannya yang bertajuk “Ternate Kota Rempah dan Gastronomi” Dr Rizal menekankan, city branding “Ternate Kota Rempah” yang telah mengantongi Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sejak 2022 tidak boleh sekadar menjadi slogan atau logo semata.
Branding tersebut harus diwujudkan dalam produk nyata, pengalaman kota, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Rempah bukan hanya bagian dari sejarah masa lalu. Kita harus mengubah kekayaan lokal ini menjadi identitas, pengalaman kuliner, serta manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, petani, nelayan, dan pelaku UMKM,” tegas Rizal di hadapan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa.
Sekda memaparkan, pengembangan gastronomi Ternate didasarkan pada tiga pilar atau pintu masuk utama.
1. Rempah Unik (Cengkeh, Pala, Kunyit, Jahe, Lada) : Menjadi identitas aroma, cita rasa, dan sejarah.
2. Hasil Laut dan Perikanan : Memanfaatkan potensi wilayah perairan Ternate yang mencapai lebih dari 5.500 km² untuk diversifikasi produk olahan ikan.
3. Pangan Tradisional : Menjaga warisan resep dan pengetahuan lokal antar-generasi dengan sentuhan inovasi kemasan dan penyajian tanpa menghilangkan keasliannya.
“Rempah memberikan karakter pada makanan, sedangkan gastronomi menjelaskan bagaimana rempah tersebut digunakan, diwariskan, dan dikembangkan menjadi peluang ekonomi berkelanjutan,” lanjutnya.
Guna mengintegrasikan ekosistem pangan dari hulu ke hilir, Dr Rizal menggarisbawahi pentingnya kolaborasi Hexa-Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi (kampus), pelaku bisnis/UMKM, komunitas, media, serta aggregator platform.
Sebagai Sekretaris Daerah, Dr Rizal menegaskan siap mengorkestrasi kerja lintas perangkat daerah. Pemkot akan menyatukan agenda pariwisata, kebudayaan, perdagangan, UMKM, pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan agar berjalan selaras.
“Ukuran keberhasilan agenda ini bukan sekadar banyaknya acara (event), melainkan meningkatnya mutu produk, terbukanya akses pasar, naiknya pendapatan pelaku usaha, serta tumbuhnya kebanggaan warga terhadap pangan lokal,” terang mantan Kepala Bappeda Ternate tersebut.
Dia juga mengajak akademisi dan universitas melalui PATPI untuk terus menghubungkan riset dan inovasi teknologi pangan dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di pasar.
“Ternate tidak hanya memiliki sejarah panjang tentang rempah. Melalui gastronomi, kita dapat menghadirkan masa depan yang sejahtera bagi masyarakat Kota Ternate,” tutup Rizal yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate.

