Kabar27 – Pemerintah Kota Ternate memberikan apresiasi tinggi atas pembangunan infrastruktur Sabo Dam atau pengendali sedimen yang saat ini tengah dikerjakan di Kelurahan Sasa dan Kelurahan Jambula.
Infrastruktur ini dinilai sangat vital untuk menahan material vulkanik maupun sedimen dari puncak gunung yang terbawa arus air hujan menuju kawasan permukiman warga.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), anggota DPR RI Irene Yusiana Roba, serta pihak-pihak terkait yang telah sigap merespons kebutuhan mendesak masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.
Menurut Rizal, bencana alam merupakan hal yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya. Oleh karena itu, langkah antisipasi melalui pembangunan infrastruktur pengendali sedimen menjadi kunci penting dalam menekan risiko ancaman bagi warga yang tinggal di kawasan rawan.
“Memang kita tidak pernah menyangka kapan musibah itu tiba. Namun, dengan adanya Sabo Dam ini, semoga bisa menjadi salah satu langkah antisipasi dari pihak-pihak terkait untuk melindungi warga,” ujar Rizal, Senin (26/10/2026).
Dia berharap keberadaan Sabo Dam dapat secara signifikan menahan material sedimen yang turun dari kawasan pegunungan saat hujan deras mengguyur. Dengan demikian, potensi ancaman terhadap permukiman warga di sejumlah kelurahan, seperti Gambesi, Jambula, dan Kastela, dapat diminimalisir.
Selain itu, Pemkot Ternate berharap proyek pembangunan infrastruktur mitigasi ini dapat segera rampung dan diperluas ke titik-titik rawan lainnya di wilayah Ternate.
“Semoga saja pembangunan Sabo Dam ini cepat selesai, sehingga apa yang kita harapkan bisa tercapai. Kami juga berharap titik lain yang dianggap rawan dari ancaman material sedimen, bisa dibangun Sabo Dam juga. Sekali lagi kami berterima kasih ke BWS yang begitu tanggap merespons kebutuhan warga Kota Ternate,” tuturnya.
Langkah mitigasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, salah satunya dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Jambula, Fahri.
Dia menyatakan, warga Kelurahan Jambula mendukung penuh proyek pengendali sedimen yang dikerjakan oleh Kementerian PU melalui BWS Maluku Utara tersebut.
Fahri menilai, kehadiran Sabo Dam diharapkan mampu menahan laju material berat seperti batu dan sedimen yang kerap terbawa aliran air saat hujan lebat melanda kawasan perbukitan.
“Pekerjaan Sabo Dam ini tentu dapat meminimalkan dampak yang berpotensi merugikan masyarakat di sekitar kawasan tersebut,” kata Fahri.
Bagi warga, infrastruktur ini tidak hanya berfungsi teknis untuk mengendalikan aliran material, tetapi juga memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di jalur rawan bencana.
Ke depan, warga berharap agar pengerjaan Sabo Dam dapat diselesaikan dengan kualitas terbaik dan diiringi dengan pemeliharaan secara berkala agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Masyarakat juga diimbau untuk turut aktif menjaga kelestarian lingkungan di sekitar bangunan pengendali agar fungsinya dapat berjalan secara optimal.
Dengan rampungnya pembangunan Sabo Dam ini, warga Ternate, khususnya di sekitar kawasan pesisir dan lereng gunung, optimistis sistem perlindungan permukiman dan keselamatan masyarakat ke depan akan semakin baik dan terpadu.

