Site icon KABAR27

Wali Kota Ternate Resmi Buka Rakernas JKPI XII

Kabar27 – Wali Kota Ternate, H M Tauhid Soleman, secara resmi membuka rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII di Ternate, Kota Rempah.

Pertemuan tingkat nasional yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 ini menjadi momentum krusial bagi kota-kota pusaka di Nusantara untuk merefleksikan kejayaan sejarah sekaligus merumuskan arah tata kelola pemerintahan masa depan.

Open ceremony Rakernas XII JKPI yang dipusatlan di areal cagar budaya Banteng Oranje Ternate turut dihadiri, Direktur Eksekutif JKPI, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, para kepala daerah peserta Rakernas, unsur Forkopimda Kota Ternate, tokoh adat Kesultanan Ternate, para pimpinan OPD serta tamu undangan.

Mengawali sambutannya, Wali Kota Ternate  Dr H M Tauhid Soleman mengajak seluruh delegasi dan warga Ternate untuk mendoakan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan yang saat ini sedang mengalami musibah gempabumi dan kebakaran hutan.

“Saya mengajak seluruh delegasi dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan, semoga lekas pulih,” ucap Tauhid mengawali sambutannya.

Dia menegaskan pentingnya mentransformasi nilai sejarah geopolitik rempah menjadi kekuatan politik dan ekonomi modern.

Wali Kota turut menyerukan agar kota-kota pusaka melahirkan tata kelola pemerintahan yang ekstraktif—dalam arti positif menggali potensi lokal secara bijaksana—serta responsif terhadap kebutuhan publik.

Langkah ini dinilai sebagai antitesis nyata terhadap gaya politik kolonial yang opresif dan hierarkis di masa lalu.

Sejumlah poin penting turut diutaranan, mulai dari Revitalisasi Identitas Kebudayaan, Penguatan Tata Kelola Publik, Kemitraan Kreatif dan Literasi.

Tauhid menekankan agar Rakernas JKPI ke-XII tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi lokomotif penggerak pelestarian cagar budaya dan pemajuan kebudayaan di seluruh daerah anggota. Melalui konsolidasi ini, Ternate dan kota-kota pusaka lainnya diharapkan mampu kembali mengukir peran sebagai aktor perubahan peradaban yang berdaulat dan berkeadilan di tingkat dunia.

Exit mobile version