Kabar27- Pemerintah Kota Ternate menegaskan komitmennya untuk menghapus total praktik perpeloncoan (bullying) dalam penerimaan siswa baru. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, saat meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari ketiga di SMP Negeri 2 Kota Ternate, Rabu (15/7/2026).
Dalam kunjungannya, orang nomor tiga di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu memastikan bahwa proses adaptasi bagi para siswa baru berjalan dengan humanis, edukatif, dan menyenangkan tanpa adanya tekanan fisik maupun mental.
“Hari ini saya berada di SMP Negeri 2 Kota Ternate untuk memantau langsung pelaksanaan MPLS yang sudah memasuki hari ketiga. Yang ingin saya sampaikan bahwa ini menjadi sebuah tuntutan karena tidak ada lagi istilah perpeloncoan. Itu sudah tidak ada lagi dan tidak dibenarkan oleh pemerintah,” tegas Rizal.
Menurutnya, pendekatan humanis sangat penting agar para siswa baru merasa nyaman di lingkungan sekolah yang baru. Konsep MPLS saat ini dirancang agar siswa bisa memulai perjalanan akademik mereka dengan penuh kegembiraan.
“Metode dan instrumen yang dipakai sekarang adalah MPLS Ramah. Ini merupakan salah satu pendekatan yang baik karena para calon siswa dibuat lebih nyaman dan bergembira. Tidak lagi ada tekanan seperti dulu karena kita menggunakan pendekatan yang humanis. Alhamdulillah, hasil pemantauan saya, pelaksanaan MPLS selama beberapa hari ini berjalan lancar,” ujarnya.
Rizal yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kota Ternate itu menambahkan bahwa fase awal masuk sekolah di kelas VII merupakan tahapan krusial. Awal yang baik di awal semester ini dinilai akan menjadi pondasi kuat bagi siswa dalam membangun karakter dan prestasi hingga mereka lulus nanti.
“Semangat untuk menciptakan generasi muda dan siswa-siswi yang berprestasi itu sangat ditentukan pada saat mereka masuk kelas VII. Perjalanan mereka di kelas VIII dan IX sangat bergantung pada awal atau starting mereka saat ini,” jelas Sekda.
Tidak hanya fokus pada kenyamanan siswa, Pemkot Ternate juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu pendidikan dari sisi tenaga pendidik. Ketua PGRI Kota Ternate itu menegaskan bahwa guru adalah “mesin utama” dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, kapasitas guru harus terus ditingkatkan secara serius.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot Ternate melalui Dinas Pendidikan tengah menyusun berbagai program peningkatan kompetensi guru. Rizal memastikan pemerintah daerah siap mengawal program tersebut dari sisi anggaran.
“Metode-metode yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan nanti akan kami dukung melalui anggaran, sehingga pengembangan sumber daya manusia para guru menjadi sesuatu yang wajib dilakukan,” pungkas Rizal optimis.
Dengan guru yang semakin berkualitas, Pemkot Ternate yakin dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi dan siap menghadapi tantangan masa depan.
