KabarTidore– Di tengah suasana yang penuh khidmat dan sakral, Sultan Tidore Yang Mulia. Husain Sjah melantik sejumlah perangkat adat Kesultanan Tidore di Kadato Kie (Keraton Kesultanan Tidore), pada Rabu, 20 September 2026.
Pelantikan yang dilakukan secara adat atau Karo Ronga ini meliputi jabatan Qadhi, Imam Sigi Adat Gam Tumdi, serta Alfiris (prajurit), berdasarkan Surat Keputusan Kolano Tidore Nomor 05/SK/ST/2026 tertanggal 20 September 2026 / 8 Rabiul Akhir 1448 Hijriah.
Turut hadir menyaksikan kegiatan ini Jojau Kesultanan Tidore, Imam Masjid Kolano Kesultanan Tidore, Bobato Adat Kesultanan Tidore, serta keluarga besar dari perangkat adat yang baru saja dilantik.
Dalam sambutannya, Sultan Tidore Husain Sjah menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur. Karena hal itu merupakan benteng terakhir bagi masyarakat Tidore.
“Adat adalah kearifan yang harus kita rawat dan jaga untuk keberlangsungan hidup bermasyarakat. Adat adalah tatanan yang sudah ditorehkan oleh leluhur terdahulu dan merupakan benteng terakhir orang Tidore,” jelasnya.
Selain itu, Sultan juga mengingatkan makna sejati dari pengabdian para pejabat adat yang dilantik untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT.
“Saudara-saudara yang hari ini saya lantik, bukan semata-mata mengabdi kepada saya dan Kesultanan. Pada hakikatnya, pengabdian kalian adalah pengabdian dan ketakwaan hanya kepada Allah SWT,” tegas Husain Sjah.
Di penghujung acara, Sultan berharap pelantikan ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak. Pelantikan ini menjadi bukti nyata komitmen Kesultanan Tidore dalam menjaga kelestarian adat dan budaya di tanah rempah ini.
“Terima kasih, saudara-saudara, telah menjadi bagian terpenting dari Kesultanan Tidore. Semoga ini bernilai ibadah, dan kita semua selalu diberkahi oleh Allah SWT,” ucap Sultan Tidore.
