Kabar27 – Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) mencatatkan tren positif dalam penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hingga pertengahan September 2026, realisasi sektor pajak dan PAD berhasil melampaui target yang ditetapkan untuk Triwulan III.
Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasim, menyampaikan laporan tersebut dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Ternate, Senin (21/9/2026).
Mochtar menjelaskan, secara ketentuan, target realisasi penerimaan pada Triwulan III berada di angka 75 persen. Namun, capaian sektor pajak saat ini telah menembus angka 85 persen, sedangkan PAD secara keseluruhan menyentuh angka 75 persen meski bulan September belum usai.
“Dari total target pajak sebesar Rp102 miliar, penerimaan yang terkumpul saat ini sudah mencapai lebih dari Rp80 miliar,” ujar Mochtar.
Kontributor terbesar penerimaan ini bersumber dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Khusus untuk sektor PBB, capaiannya dilaporkan telah mendekati angka 90 persen dari target Rp8 miliar.
Menurut Mochtar, lonjakan capaian ini dipicu oleh efektivitas strategi jemput bola serta program layanan langsung seperti Pojok Pajak dan Rabu Melayani.
Lewat program ini, pos pelayanan dibuka di berbagai area publik, pusat bisnis, hingga lokasi rekreasi guna memudahkan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Ternate melalui Sekretaris Daerah, BP2RD berencana memperluas jangkauan layanan ini ke sejumlah titik strategis lainnya, seperti Pasar Bastiong, Pasar Dufa Dufa, dan kawasan wisata Sulamadaha.
Dengan tersisa waktu tiga bulan menuju akhir tahun, Pemkot Ternate optimistis target penerimaan pajak dan PAD tahun 2026 dapat terealisasi secara maksimal.
