DAERAH  

Perkuat Akuntabilitas Keuangan, Pemda Halteng Bersama BPD Maluku-Malut Gelar Bimtek SP2D Online

Kepala Bank Maluku-malut Cabang weda saat memberikan sambutannya (ft_ono)
Kepala Bank Maluku-malut Cabang weda saat memberikan sambutannya (ft_ono)

Kabar27- Pemerintah Daerah Halmahera Tengah (Halteng) melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Bank Maluku-Malut Cabang Weda menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara online.

Kepala Bank Maluku-Malut Cabang Weda Windy Sulesmay Suandy mengatakan, Bimbingan Teknik (Bimtek) SIPD Online, bertujuan untuk meningkatkan efesiensi, transparansi dan akuntabilitas dalam proses tata kelola pemerintahan mulai dari perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pelaporan keuangan daerah secara terintegrasi.

SIPD ONLINE / SIPD RI juga merupakan anjuran KPK yang mewajibkan seluruh pemerintah daerah untuk mengintegrasikan seluruh siklus pengelolaan keuangan ke dalam satu system guna menutup celah korupsi.

“Dengan sisitem baru ini , proses pencairan dana yang selama ini manual dan membutuhkan waktu, kini dapat dilakukan secara online, terintegrasi dan otomatis. Tidak ada lagi antrean SP2D di Bank, tidak ada lagi selisih catatan antara BPKAD dan Bank, semuanya terpantau real-time,” ungkap Windi saat memberikan sambutannya, pada Selasa (29/9/2026) di Aula Kantor BPKAD Halteng.

Menurutnya, kegiatan Bimtek ini bukan sekedar modernisasi teknologi, melainkan perbaikan tata kelola keuangan.

Dia berharap seluruh bendahara beradaptasi, meningkatkan ketelitian administrasi, karena system akan menolak jika proses penginputan tidak lengkap.

“Kami menghimbau agar seluruh bendahara menjadikan momen ini sebagai sarana dalam berdiskusi, bilamana ada hal-hal yang tidak dipaham mohon untuk ditanyakan,” tutupnya.

Sementara Kaban BPKAD Halteng Moh. Fitra U. Ali mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah.

Pemda Halteng, lanjut Fitra, terus berupaya melakukan modernisasi sistem administrasi pencairan anggaran. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penerapan sistem Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online.

Dia mengatakan, Penerapan SP2D Online mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah secara real-time dengan sistem perbankan. Hal ini ditujukan untuk memangkas birokrasi, mempercepat proses pencairan anggaran, meminimalisir risiko kesalahan administratif, serta mewujudkan prinsip clean governance.

Selain itu, kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penerapan SP2D Online diharapkan dapat memastikan kelancaran teknis dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Pemkab Halmahera Tengah.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman komprehensif, menyampaikan regulasi, kebijakan, dan tata cara pelaksanaan SP2D Online kepada seluruh pengelola keuangan daerah. Selain itu, meningkatkan Keterampilan Teknis dan melatih para Bendahara Pengeluaran dalam mengoperasikan aplikasi SP2D Online secara mandiri, akurat, dan aman. Kemudian penguatan sinergi Lembaga, dan mempererat hubungan kerja sama dan sinkronisasi sistem antara Pemda Halmahera Tengah, Kementerian Dalam Negeri, dan Bank BPD Maluku Malut,” terangnya.

Selain itu untuk mempercepat proses pelayanan transaksi keuangan daerah guna mendukung efektivitas program pembangunan daerah.

Mantan Kaban Bapenda itu menambahkan, dari kegiatan ini, diharapkan seluruh Bendahara Pengeluaran OPD telah memahami alur dan prosedur pengajuan SP2D berbasis elektronik/online secara terintegrasi.

Moh. Fitra juga mengucapak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Sekda Halmahera Tengah atas arahan dan petunjuknya hingga kegiatan ini bisa terlaksana. “Terima kasih juga kepada Pihak kementerian dalam negeri yang telah meluangkan waktu untuk datang ke Halmahera Tengah untuk memberikan pemahaman kepada kita tentang SP2D online,” tukasnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Maluku Utara Malut Cabang Weda yang juga telah memfasilitasi hingga kegiatan ini dapat terlaksana,” tutupnya.

Sekretaris Daerah Halteng Bahri Sudirman mengatakan, Pemda saat ini dituntut untuk terus melakukan moderinisasi dalam tata kelola keuangan publik. Sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) bukan lagi sekedar pilihan, melainkan suatu keharusan guna mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.

“lmplementas SP2D Online merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam mempercepat proses administrasi pencairan aggaran, memangkas birokrasi, serta meminimalisir potensi risiko kesalahan administrasi manual,”ucap Sekda.

Menurutnya, penerbitan SP2D Online ini bukan hanya inovasi teknis semata, namun  amanat regulasi nasional yang wajib kita laksanakan bersama, melalui kerja sama antara Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Halmahera Tengah dengan Kementerian Dalam Negeri serta PT Bank Maluku Malut.

“Pada prinsipnya ini untuk kepentingan Daerah, jadi saya minta bendahara pengeluaran bisa mengikuti Bimtek dengan serius, dan tanggung jawab” tutup mantan Pj. Bupati Halteng itu sekaligus membuka acara Bimtek.