Pemkot Ternate dan Pemkab Halsel Gandeng Harita Nickel Perkuat Pengelolaan Sampah

Kabar27– Laju pertumbuhan penduduk yang pesat dan tingginya aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan maupun kepulauan di Provinsi Maluku Utara berimbas pada lonjakan volume sampah. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah dalam menjaga daya dukung lingkungan dan memastikan pelayanan kebersihan berjalan optimal di tengah keterbatasan sarana penunjang.

Di tengah tantangan pengelolaan sampah modern, Ternate sebenarnya menyimpan warisan budaya dalam merawat lingkungan yang dikenal dengan nama Sigofi Gam. Secara etimologi dalam bahasa Ternate, Sigofi berarti bersih-bersih, sedangkan Gam merujuk pada kampung atau wilayah. Secara harfiah, Sigofi Gam bermakna gotong royong membersihkan kampung.

Catatan sejarah Kesultanan Ternate menunjukkan bahwa tradisi Sigofi Gam dulunya dijalankan oleh para leluhur sebagai bagian dari sistem menjaga kelestarian alam. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi ini perlahan memudar di tingkat warga dan kerap dipandang sebatas kerja bakti biasa tanpa pemaknaan sakral.

Meski sempat memudar di ruang publik, tradisi Sigofi Gam ternyata masih terjaga di Kedaton Kesultanan Ternate. Pelaksanaannya diawali dengan ritual doa bersama yang dipimpin oleh bobato akhirat, atau oleh tokoh agama dan badan syara di tingkat masyarakat adat (bala kusu sekano-kano).

Pemerintah Kota Ternate juga telah merancang uji coba pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di lima kelurahan yang mulai berjalan sejak April 2026. Meski demikian, kesiapan teknis berupa penambahan armada pengangkut tetap dibutuhkan agar skema partisipasi masyarakat dapat terfasilitasi secara optimal di lapangan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Pemkot Ternate menjalin sinergi bersama Harita Nickel. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Harita Nickel menyerahkan bantuan satu unit truk pengangkut sampah untuk Pemkot Ternate yang diperkirakan mulai beroperasi pada November mendatang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Musli Mohamad, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, bantuan armada bukan sekadar penambahan kendaraan, melainkan bentuk kerja sama strategis untuk meningkatkan pelayanan kebersihan.

“Persoalan persampahan membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan adanya tambahan armada ini, kami berharap kemampuan pelayanan pengangkutan sampah di Kota Ternate dapat semakin ditingkatkan, terutama di wilayah yang membutuhkan pelayanan lebih optimal,” jelas Musli.

Sebagai kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di Maluku Utara, DLH Ternate kini menyiapkan skema operasional baru melalui pemetaan ulang rute dan jadwal penjemputan guna memangkas durasi penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Sinergi itu juga berjalan di Halmahera Selatan, di mana bantuan serupa juga diserahkan oleh Harita Nickel kepada pemerintah kabupaten. Sama halnya dengan Ternate, Pemkab Halsel sedang melakukan proses perakitan dan kelengkapan administrasi agar armada ini dapat segera digunakan.

Kepala DLH Halsel Samsu Abubakar, juga menyambut positif bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan armada dari perusahaan akan sangat berdampak terhadap efektivitas kerja pelayanan kebersihan di Halsel, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Labuha dan sekitarnya.

“Bantuan ini sangat membantu operasional kami dalam proses menjaga kebersihan di Halmahera Selatan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan, baik sekarang maupun ke depannya, karena menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Samsu.

Baik Pemkab Halsel maupun Pemkot Ternate, juga mendorong pentingnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Menurut keduanya, ketika problem armada serta sarana dan prasarana sudah bisa diatasi, kesadaran masyarakat adalah ujung tombak dari langkah mengatasi permasalahan sampah di masing-masing wilayah.

Tata Kelola Sampah Berbasis Masyarakat di Pulau Obi

Di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Desa Kawasi menandatangani Draft Peraturan Desa (Perdes) tentang Pengelolaan Sampah Terpadu untuk memperkuat keberlanjutan Program Kawasi Berseri (Bersih, Sehat, dan Mandiri), sebuah inisiatif kolaboratif antara Pemdes Kawasi dan Harita Nickel yang telah berjalan sejak 2023.

Masuknya industri di Pulau Obi berimbas pada pertumbuhan penduduk berkembang pesat, terutama migrasi penduduk dari luar yang masuk ke Desa Kawasi. Program Kawasi Berseri menjadi langkah antisipasi dari Pemdes dalam menekan permasalahan sampah yang nantinya timbul akibat migrasi penduduk tersebut.

CSR perusahaan juga terus melayani pengangkutan sampah harian masyarakat dengan mengerahkan armada pengangkut sampah di Desa Kawasi. Armada ini tak hanya melayani pengangkutan di kawasan permukiman baru, tetapi juga menjangkau permukiman lama. Hasil angkutan tersebut lalu disalurkan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang berlokasi tidak jauh dari Permukiman Baru Desa Kawasi.

Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Pemdes Kawasi, Bambang Bakir, mengatakan Perdes tentang Pengelolaan Sampah disusun untuk menjawab tantangan meningkatnya volume dan jenis sampah di Desa Kawasi. Tujuannya agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi sistem yang dijalankan bersama antara masyarakat, Pemdes dan BUMDes.

Sementara itu, Community Development Manager Harita Nickel Broto Suwarso, mengatakan penandatangan draft Perdes merupakan langkah penting agar pengelolaan sampah dapat terus berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Hadirnya Perdes Pengelolaan Sampah diharapkan semakin memperkuat fondasi Program Kawasi Berseri sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Kawasi. Kolaborasi antara masyarakat, Pemdes Kawasi, BUMDes, kelompok pengelola sampah dan Harita Nickel, menjadi modal penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga,” pungkasnya.