NEWS  

IDI Kota Ternate Gandeng Pemkot Buka Baksos Kesehatan untuk Warga Terdampak Asap TPA

Kabar27 – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Ternate bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menggelar bakti sosial (baksos) dan edukasi kesehatan bagi masyarakat terdampak musibah kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru serta petugas di lapangan, pada Rabu (14/10/2026).

Kegiatan kemanusiaan bertajuk “IDI Ternate Peduli” ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 sekaligus rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62.

Aksi tanggap darurat ini dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Aula Pantai Sulamadaha untuk edukasi dan pelayanan kesehatan gratis warga, serta kawasan TPA Buku Deru-Deru bagi para petugas lapangan.

Ketua Panitia Baksos, dr. Fadriani Nurdin, menjelaskan, dalam kegiatan ini IDI Ternate menerjunkan langsung tim dokter spesialis anak, spesialis paru, spesialis rehabilitasi medik, hingga dokter umum untuk memberikan pelayanan medis secara menyeluruh.

Selain pengobatan medis gratis dari tim dokter dan Puskesmas Sulamadaha, baksos ini juga diisi dengan, pembagian bibit pohon pala dan cengkih bagi warga terdampak kebakaran serta penyerahan paket bantuan APD, vitamin, dan susu khusus untuk petugas pemadam dan pekerja di area TPA Buku Deru-Deru.

Kegiatan ini turut dihadiri lintas instansi terkait, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Kepala BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, TNI/Polri, Camat Ternate Barat, para lurah, serta Balai BPDAS Ake Malamo.

Ketua IDI Cabang Kota Ternate, dr. Muhammad Sagaf, mengapresiasi langkah cepat Pemkot Ternate dalam penanganan tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dia turut mengingatkan agar dampak bahaya paparan asap tidak diabaikan oleh masyarakat.“Asap karhutla mengandung partikel halus (PM2,5), karbon monoksida, serta gas iritan lainnya. Partikel mikroskopis ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan bahkan memengaruhi sistem peredaran darah,” tegas dr. Sagaf.

dr Sagaf turut membeberkan sejumlah risiko kesehatan akibat paparan asap TPA, diantaranya, Gangguan Pernapasan: Batuk, sesak napas, tenggorokan kering/nyeri, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Selain itu, paparan asap juga dapat mengakibatkan iritasi mata dan kulit dengan gejala mata perih, merah, berair, serta kulit terasa gatal.

Memperburuk kondisi penderita asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), hingga gangguan jantung serta gejala sistemik seperti pusing, sakit kepala, mual, dan tubuh cepat lelah.

IDI Ternate menekankan perhatian khusus bagi kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru.

IDI Ternate juga mengeluarkan himbauan protokol kesehatan bagi warga. Kurangi aktivitas luar ruangan, terutama saat kualitas udara memburuk, gunakan masker yang sesuai standar (seperti N95 atau setara) saat keluar rumah, jaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan bergizi, dan minum air putih yang banyak, tutup pintu dan jendela untuk menjaga kebersihan udara di dalam rumah, tidak membakar sampah atau lahan yang dapat memperparah polusi udara serta lakukan periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas atau batuk berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi nyata para dokter yang turun langsung ke lapangan.

“Kehadiran para dokter, khususnya pelayanan kesehatan gratis dan edukasi pencegahan penyakit respirasi oleh dokter spesialis paru, sangat menyentuh kebutuhan mendasar warga Sulamadaha. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak hanya berobat saat sakit, tetapi paham cara menjaga kesehatan paru-paru sejak dini,” tutur dr. Fathiyah.

Dia berharap sinergi erat antara IDI dan Pemkot Ternate terus berlanjut guna mewujudkan masyarakat Kota Ternate yang sehat, tangguh, dan sejahtera.