NEWS  

Wali Kota Ternate Paparkan Proyek KPDBU Syariah APJ di Ajang ISEF 2026

Pemaparan oleh Wali Kota Ternate via zoom
Pemaparan oleh Wali Kota Ternate via zoom

JAKARTA – Kota Ternate kembali mencatatkan prestasi di kancah nasional. Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate secara khusus diundang untuk berpartisipasi dalam ajang Business Deals Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI).

Pada gelaran tahun ini, ISEF memfokuskan pembahasannya pada aspek pembiayaan syariah.

Kota Ternate diundang secara khusus atas keberhasilannya menjalankan model investasi Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) Syariah.

Model pembiayaan inovatif ini diterapkan pada proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) Kota Ternate yang nilainya mencapai lebih dari Rp90 miliar dengan masa kerja sama selama 10 tahun.

Proyek APJ berbasis KPDBU Syariah yang merupakan prakarsa badan usaha (unsolicited) ini telah berproses sejak tahun 2023. Proyek ini mencakup pemasangan 3.000 titik lampu penerangan jalan berbasis smart system di wilayah perkotaan Ternate, serta 150 titik lampu non-smart system di tiga pulau terluar, yaitu Pulau Hiri, Moti, dan Batang Dua.

Adapun mekanisme pembayarannya menggunakan sistem Availability Payment (AP) atau pembayaran ketersediaan layanan yang bersumber dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang dibayarkan oleh masyarakat.

Dalam ajang ISEF 2026 tersebut, keberadaan boot display Pemkot Ternate serta pemaparan materi oleh Wali Kota Ternate, Dr. M. Tauhid Soleman melalui video, menarik perhatian luas dari para peserta, investor, hingga perbankan.

Pihak penyelenggara ISEF 2026 mencatat sejumlah respons positif terhadap partisipasi Pemkot Ternate selama kegiatan berlangsung hingga Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan data dari pihak penyelenggara, hingga hari ketiga, booth KPDBU Syariah Kota Ternate dikunjungi hingga 45 persen dari total pengunjung ISEF. Sebagian besar pengunjung berasal dari kalangan investor dan sektor perbankan.

Penyerahan mock-up persetujuan KPDBU Syariah serta sesi tanya jawab Pemkot Ternate bersama pemrakarsa menjadi salah satu agenda yang paling banyak mendapatkan perhatian dan pertanyaan interaktif dari audiens.

Penyelengara juga mencatat sesi pemaparan materi oleh Wali Kota Ternate mencatatkan rating respons dan dukungan (likes/comments) mencapai 80 persen pada akun resmi media sosial penyelenggara.

Proyek KPDBU Syariah APJ Ternate turut memicu ketertarikan investor mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah seperti Dubai dan Turki, yang menjadikan Kota Ternate sebagai acuan penerapan keuangan syariah di skala daerah.

Pihak penyelenggara ISEF 2026 menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen dan partisipasi aktif Wali Kota Ternate beserta jajaran Pemkot Ternate dalam mendukung percepatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi Pemerintah Kota Ternate mendukung acara ISEF 2026. Semoga Kota Ternate menjadi contoh daerah penerapan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, serta proyek KPDBU Syariah APJ Kota Ternate dapat segera terlaksana tanpa hambatan dan membawa keberkahan,” tulis pihak penyelenggara dalam keterangan resminya.

Melalui keberhasilan paparan di ISEF 2026 ini, Pemkot Ternate optimis penataan infrastruktur penerangan jalan berbasis sistem pintar (smart lighting) di Kota Ternate dan pulau-pulau terluar dapat segera terealisasi secara maksimal demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.