DELIK  

69 Pengendara Ditindak di Hari Pertama Operasi Patuh Kieraha di Ternate

Hari pertama operasi mencatat 50 penindakan melalui ETLE, 19 tilang manual, dan 30 teguran kepada pengguna jalan (istimewa)
Hari pertama operasi mencatat 50 penindakan melalui ETLE, 19 tilang manual, dan 30 teguran kepada pengguna jalan (istimewa)

Kabar27 – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ternate mencatat sebanyak 50 penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 19 tilang manual, serta 30 teguran kepada pengguna jalan pada hari pertama Operasi Patuh Kieraha 2026, Senin (26/10/2026).

Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus mewujudkan keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kota Ternate.

Operasi Patuh Kieraha 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.” Kegiatan diawali dengan apel dan arahan kepada personel di Lapangan Apel Satlantas Polres Ternate, Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, sekitar pukul 09.00 WIT.

Usai apel, personel langsung melaksanakan patroli, pengaturan arus lalu lintas, edukasi, penyampaian imbauan, teguran, hingga penindakan terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

Kasat Lantas Polres Ternate, Iptu Naomi Olinna Harahap, melalui Kasi Humas Polres Ternate, Iptu Ekan Mukadar, mengatakan operasi tersebut mengedepankan pendekatan humanis dan profesional.

Menurutnya, penegakan hukum dalam Operasi Patuh Kieraha 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas.

“Dalam pelaksanaan operasi, Kanit Turjawali Satlantas Polres Ternate, Iptu Prasetyo, turut memberikan arahan kepada personel agar menjalankan tugas secara profesional dan tidak bersikap arogan,” ujarnya.

Personel diminta mengutamakan pelayanan yang humanis, mengoptimalkan patroli dan pengaturan lalu lintas, memberikan teguran secara persuasif, serta melakukan penindakan melalui ETLE maupun tilang manual sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelum turun ke lapangan, Satgas Banops juga melakukan pemeriksaan perangkat komunikasi, termasuk handy-talky (HT), guna memastikan koordinasi antarpersonel berjalan optimal selama operasi.

Selanjutnya, Satgas Preventif melaksanakan patroli dan pengaturan arus lalu lintas sekaligus menyampaikan imbauan keselamatan kepada pengguna jalan. Rute patroli meliputi Mako Polres Ternate, lampu lalu lintas Grand Majang, Gereja Ayam, kawasan depan Muara Mall, Kantor RRI, Lapangan Ngaralamo, hingga kembali ke Mako Polres Ternate.

Pengaturan dan penindakan juga dilakukan di sekitar Tugu Adipura dan kawasan Salero. Sementara edukasi keselamatan lalu lintas menyasar para pelajar di Jalan Siswa, Kelurahan Takoma.

Pada malam hari, personel kembali melakukan patroli dan pengaturan arus lalu lintas, termasuk di kawasan depan Muara Mall Ternate. Petugas juga menyampaikan imbauan kepada pengendara sepeda motor untuk selalu mengutamakan keselamatan.

Operasi Patuh Kieraha 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Dalam operasi ini, Polres Ternate memprioritaskan delapan jenis pelanggaran yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Delapan sasaran prioritas tersebut yakni:

1. Penggunaan telepon seluler saat berkendara.

2. Pengendara atau pengemudi kendaraan bermotor yang masih di bawah umur.

3. Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.

4. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI serta pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan.

5. Pengemudi kendaraan bermotor yang berada di bawah pengaruh alkohol.

6. Pengemudi yang melawan arus lalu lintas.

7. Pengemudi yang melebihi batas kecepatan.

8. Kepatuhan terhadap kewajiban pajak kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

Polres Ternate mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, melengkapi dokumen kendaraan, serta mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.

Operasi Patuh Kieraha 2026 diharapkan tidak hanya menekan angka pelanggaran melalui penegakan hukum, tetapi juga membangun budaya tertib berlalu lintas melalui edukasi dan langkah-langkah pencegahan.

Polres Ternate mengajak seluruh masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas demi menekan risiko kecelakaan serta mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan di Kota Ternate.