NEWS  

PPK: Ruang Tunggu Pelabuhan Jailolo On-Progress, Target Desember Rampung

Proyek Raung Tunggu Pelabuhan Jailolo yang Dalam Proses Pekerjaan (foto lis)
Proyek Raung Tunggu Pelabuhan Jailolo yang Dalam Proses Pekerjaan (foto lis)

KabarHalbar – Menjawab berbagai informasi dan polemik yang beredar di tengah publik terkait pekerjaan proyek pembangunan ruang tunggu Pelabuhan Jailolo, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan saat ini masih berstatus on-progress dan ditargetkan rampung pada Desember akhir tahun ini.

Hal tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi yang diterima redaksi dari PPK Paket Fisik Ruang Tunggu Pelabuhan Jailolo, Suffi, pada Minggu (8/11/2026).

Suffi menjelaskan, pihak penyedia jasa tetap berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan, meskipun masa kontrak dasar sebelumnya telah berakhir.

Sebagai bagian dari regulasi, pemerintah memberikan ruang berupa perpanjangan waktu atau adendum dengan tetap memberlakukan mekanisme denda keterlambatan.

Kebijakan ini mengacu secara normatif pada aturan yang berlaku dalam Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa.

“Seluruh proses administrasi pendukung perpanjangan penanganan masih berjalan secara bertahap. Terpenting, penyedia tidak kabur dan tetap bertanggung jawab tuntaskan,” ungkap Suffi.

Pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) melalui sinergi dengan pemerintah pusat, salah satunya dengan menyukseskan proyek strategis nasional di kawasan Pelabuhan Jailolo.

Pekerjaan fasilitas pelabuhan ini diposisikan sebagai salah satu prioritas daerah yang mendapatkan dukungan alokasi anggaran pusat. Oleh karena itu, di tengah dinamika yang ada, status pengerjaan dipastikan masih berjalan (on-progress) menjelang batas waktu perpanjangan yang diberikan.

Sementara itu, menanggapi polemik yang sempat mencuat di ruang publik terkait paket pekerjaan ini, pihak penyedia jasa turut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Pihak penyedia mengakui adanya khilaf dalam menyampaikan pernyataan sebelumnya. Hal tersebut terjadi akibat tekanan, kelelahan fisik, serta fokus penuh yang dicurahkan untuk segera merampungkan pekerjaan di lapangan.

Tanpa mengurangi rasa hormat, permohonan maaf disampaikan kepada masyarakat dan berbagai pihak yang memerhatikan jalannya proyek ini.