KabarHalteng – Sebanyak 56 orang Karyawan Sub Kontraktor (Subkon) PT. Bhakti Pertiwi Nusantara (BPN) PT. Tempopress International Delivery (TID) keracunan makanan saat berkerja, Selasa (21/1/2025). Selain Karyawan, ada beberapa masyarakat Desa Fritu Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) juga mengalami hal yang sama, yang mengakibatkan muntah, pusing, dan buang air.
Perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) itu, menyajikan makanan yang berupa Nasi Ayam, Sayur Sawi dan Indomi Goreng.
Informasi yang dihimpun Wartawan, 56 Karyawan tersebut saat ini menjalani perawatan medis di Puskesmas Sagea, 5 orang perempuan dan 51 laki-laki.
Salah satu karyawan saat dimintai keterangan, mengatakan dirinya dan teman karyawan lainnya keracunan saat makan.
“Iya kami keracunan, saat makan,” ucap Karyawan tersebut.
Kasi Humas Polres Halteng Ipda Ramli Soleman mengatakan, sesuai dengan keterangan di lapangan Selasa (21/1/2025) sekitar pukul 13.00 WIT, anggota Subsektor Weda Utara langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk membantu masyarakat Desa Fritu dan karyawan TID (Tempopress International Delivery) yang mengalami keracunan makanan.
Selanjutnya, Subsektor Weda Utara melakukan kordinasi dengan pihak perusahaan dan Puskemas Sagea untuk menangani pasien yang hampir semua mengalami keracunan.
“Semua pasien yang dirawat sebelumnya mengkonsumsi makanan (sarapan pagi) dari pihak perusahaan TID,” ucap Kasi Humas mengutip keterangan warga.
Kata dia, jumlah pasien yang ditangani dan dirawat oleh petugas medis untuk sementara berjumlah 67 orang yang terdiri dari, 54 orang laki-laki, 5 orang wanita, 6 anak-anak dan 2 balita. Seluruhnya sudah dalam penanganan medis.
“Sementara semua pasien yang mengalami keracunan, sudah ditangani dan dirawat oleh petugas medis Puskesmas Sagea,” jelasnya.
Juru bicara Polres Halteng itu mengatakan, untuk satu (1) orang anak balita dirujuk ke RSUD Weda untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara ini masih dalam pemeriksaan sampel makanan oleh anggota Reskrim Polres Halteng.
Salah satu korban Ferlianti (30) mengatakan, makanan yang disajikan perusahan itu pada saat sarapan pagi tadi.
“Makanan itu suami saya yang bawa dari perusahaan. Kemudian saya dan anak langsung makan tiba- tiba rasa pusing dan perut sakit,” ucap Ferlianti yang anaknya sementara dirawat.
Selain anaknya, dia juga mengaku balita berinisial KM berusia 5 tahun yang juga ponakannya sementara ditangani pihak RSUD-Weda.
Dia mengaku, makanan yang sering di bawa oleh suaminya bukan hanya satu kali ini, melainkan sudah berulang kali.
“Kami sudah sering keracunan dengan makanan ini, tapi baru kali ini yang parah sampai dibawa ke Puskesmas,” tutupnya.
Sementara Humas PT. TID Marten Watoa saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat informasi yang jelas, terkait masalah itu.
“Nanti saya kroscek baru diinfokan kembali ya,” ucap Marten saat dikonfirmasi via Whatsapp Selasa (21/1/2025).
