DAERAH  

Prodi Psikologi Unkhair Gelar Pelatihan PFA pada Guru SLB Sasa

Foto bersama para guru SLB dengan Mahasiswa KKN dan pemateri

Kabar27 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TEMATIK Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Khairun Tahap 1 melaksanakan Pelatihan Psychological First Aid (PFA) untuk Guru SLB Negeri kelurahan Sasa, Senin (28/07/2025).

Psikoedukasi dengan tema, “Pelatihan Psychological First Aid (PFA)” menghadirikan dua psikolog dari Unkhair yakni Amalia S.J Kahar, S.Psi.,M.Psi., dan Teraika Sri Sulastri, M.Psi.,

Kepala sekolah SLB Gafar Nurdin S.Pd., M.Si dalam sambutanmya mengapresiasi mahasiswa maupun dosen yang mau berbagi ilmu dengan para guru.

Gafar berharap agar kegiatan seperti ini terus berlanjut, dikarenakan sangat penting untuk dapat memahami psikologi dari seorang anak atau terhadap diri sendiri. Gafar sangat berterima kasih karena psikoedudukasi sangat dibutuhkan oleh para guru SLB.

“Kami SLB sangat terbuka untuk kerja sama lebih lanjut dengan Program Studi Psikologi Universitas Khairun,”ujarnya, sekaligus secara resmi membuka kegiatan PFA.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengisian pre-test oleh seluruh para guru SLB Sasa untuk mengukur pengetahuan awal mereka mengenai PFA.

Sebelum masuk ke dalam sesi pemberian materi, para guru SLB diberikan ice breaking dari panitia untuk membakar semangat dan melatih fokus.

Pemberian materi dibagi menjadi dua sesi, pada sesi pertama yakni materi Pengenalan Psychological First Aid yang disampaikan oleh Amalia S.J. Kahar, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Amalia menjelaskan PFA berfokus pada tiga hal penting yaitu menenangkan individu yang sedang mengalami tekanan atau krisis, membuat mereka merasa aman dan didukung, dan menghubungkan mereka dengan layanan atau bantuan lanjutan bila dibutuhkan.

Ia juga memperkenalkan prinsip utama dalam PFA yaitu Look (Lihat), Listen (Dengarkan), Link (Hubungkan).

Sementara pada sesi kedua dilanjutkan dengan materi Praktik PFA, yang dibawakan oleh Teraika Sri Sulastri, M.Psi., Psikolog.

Teraika melakukan praktik melalui simulasi kasus nyata yang sering terjadi di sekolah. Para guru diajak untuk mempraktikkan secara langsung bagaimana memberikan PFA kepada siswa yang untuk menunjukkan perilaku menarik diri, menolak bercerita atau terlihat cemas berlebihan, dan mengalami ledakan emosi di ruang kelas.

Ia juga mengajarkan teknik grounding, seperti latihan pernapasan dan mengenali lima benda di sekitar, sebagai bentuk stabilisasi emosi siswa. Selain itu, Ia juga menegaskan pentingnya menghindari sikap menghakimi, menasihati berlebihan, atau memaksa siswa untuk bercerita, karena hal ini dapat memperparah kondisi mereka.

Seluruh penyampaian materi ditutup dengan sesi tanya jawab yang sangat disambut antusias oleh para guru, dilanjutkan dengan post-test dan juga sesi foto bersama. (na)