NEWS  

Polisi Ungkap Profil Eksekutor Pembunuhan Ali Daud di Hutan Halmahera Tengah

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara, Kombes Pol. I Gede Putu Widyana (istimewa)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara, Kombes Pol. I Gede Putu Widyana (istimewa)

Kabar27 – Teka-teki kematian Ali Daud, warga Desa Banemo yang ditemukan tewas mengenaskan di kawasan hutan Desa Bobane Jaya, Patani Barat, Halmahera Tengah pada 2 April 2026, akhirnya terkuak. Polda Maluku Utara menegaskan, berdasarkan analisis ilmiah (scientific crime investigation), pelaku pembunuhan sadis tersebut sama sekali bukan berasal dari warga Desa Sibenpopo.

Teka-teki pembunuhan tragis Ali Daud yang jasadnya ditemukan bersimbah darah di hutan Desa Bobane Jaya, Halmahera Tengah, pada 2 April 2026 akhirnya menemui babak baru. Polda Maluku Utara secara tegas membantah spekulasi liar yang memojokkan warga Desa Sibenpopo sebagai dalang di balik aksi keji tersebut.

Penyidikan super komprehensif yang memadukan olah TKP berulang, autopsi, analisis citra satelit BRIN, hingga penjejakan Korps Brimob Polri membuktikan bahwa warga Sibenpopo sama sekali tidak terlibat.

“Kesimpulan ini murni berpatokan pada fakta hukum, bukti ilmiah, dan keterangan ahli. Bukan asumsi, apalagi tekanan pihak luar,” tegas Direktur Reskrimum Polda Maluku Utara. Kombes Pol I. Gede Putu War

19 Luka Senjata Tajam dan Jejak Rahasia di Tengah Hutan

Korban ditemukan tewas di kebunnya dengan kondisi mengenaskan. Hasil autopsi mencatat sedikitnya ada 19 luka akibat kekerasan benda tajam yang merusak organ-organ vitalnya. Di lokasi kejadian, buah pala milik korban berserakan, sementara parang yang ia bawa raib.

Titik terang mulai muncul saat tim penyidik menyisir area hingga radius dua kilometer ke dalam hutan. Di sana, polisi menemukan rangkaian petunjuk krusial:

  • Jejak kaki yang mengarah jauh ke bagian dalam hutan.
  • Bivak darurat yang terbuat dari susunan batang kayu dan dedaunan.
  • Batang anak panah tradisional yang tertinggal di jalur pelarian.

Profil Pelaku: Kelompok Nomaden Berkemampuan Tinggi

Melalui pendekatan intelijen antropologis dan analisis forensik terpadu, polisi berhasil mengidentifikasi profil serta karakteristik pelaku. Pembunuhan ini mengarah kuat pada kelompok yang bermukim dan beraktivitas secara nomaden di pedalaman hutan.

Ciri-ciri dan modus pelaku yang teridentifikasi antara lain:

  1. Mobilitas Sangat Tinggi: Mampu berpindah tempat dengan cepat di medan berat.
  2. Keahlian Survival: Bertahan hidup penuh di dalam belantara.
  3. Persenjataan Tradisional: Mahir menggunakan panah dan senjata tajam.
  4. Pakar Mengelabui Petugas: Memiliki kemampuan alami menghindari deteksi dan jejak penelusuran pihak luar.

Pola kejahatan ini makin memperkuat fakta bahwa sasaran utama pelaku bukanlah hasil kebun korban, melainkan serangan mendadak dengan pola khas kehidupan liar pedalaman.

Polda Imbau Hentikan Stigma, Minta Bantuan Masyarakat

Polda Maluku Utara meminta publik untuk tidak lagi membangun stigma negatif atau melakukan generalisasi tuduhan terhadap warga Desa Sibenpopo maupun kelompok masyarakat tertentu.

Saat ini, kepolisian terus bergerak mendalami seluruh petunjuk demi mengejar pelaku yang sebenarnya. Polisi juga mengimbau siapa saja yang memiliki informasi, petunjuk, atau bukti tambahan untuk segera melapor agar kasus ini bisa tuntas terang benderang