NEWS  

PKK KOta Ternate Perkenalkan Kuliner Maluku Utara pada Yoga Pagi JKPI di Benteng Oranje

Kabar27 – Suasana bersejarah Benteng Oranje tampak berbeda pada Kamis (27/8/2026) pagi. Kawasan cagar budaya kebanggaan Kota Rempah ini menjadi pusat perhatian saat digelarnya agenda Ladies Program, salah satu rangkaian acara dalam perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Sejak pukul 06.30 WIT, para pendamping kepala daerah dan delegasi perempuan dari berbagai kota pusaka di Indonesia telah berkumpul mengenakan pakaian olahraga untuk mengikuti sesi Yoga Bersama di halaman terbuka Benteng Oranje. Udara pagi yang sejuk bertolak belakang dengan hiruk-pikuk perkotaan, menghadirkan atmosfer relaksasi yang menyegarkan di antara dinding-dinding batu berusia ratusan tahun.

Usai yoga, para perempuan hebat dari berbagai daerah di Indoneaia itu mengikuti agenda pesona budaya pengenalan kuliner dan tradisi khas Maluku Utara. Para peserta tidak hanya menikmati sajian yang diperkenalkan, tetapi juga diajak mengenal cara penyajian serta cerita budaya yang melekat di dalamnya.

Salah satu pengalaman yang diberikan yakni pengenalan sagu stir dari Pulau Hiri, sagu lombo, serta praktik siram papeda.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Ternate secara lebih dekat kepada peserta Ladies Program yang datang dari berbagai daerah.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak menikmati pengalaman budaya yang memadukan ruang pusaka, kuliner, tradisi, serta interaksi antarpeserta dalam suasana yang lebih santai.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Ternate, Hj Marliza M. Tauhid, selaku tuan rumah Ladies Program, Wakil Ketua I TP PKK Kota Ternate Nursinta Nasri Abubakar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Ternate Hj. Hasmiati Rizal, serta anggota TP PKK dan DWP Kota Ternate.

Kehadiran para peserta dan organisasi perempuan tersebut turut menambah semarak rangkaian kegiatan Rakernas XII JKPI di Kota Ternate.

Ketua TP PKK Kota Ternate, Hj Marliza M. Tauhid, dalam sambutannya mengatakan, Ladies Program menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pusaka Ternate melalui pengalaman yang lebih dekat dan hidup.

“JKPI bukan sekadar jaringan antarkota. JKPI adalah ruang bersama untuk menjaga dan menghidupkan kembali sejarah, budaya, tradisi, arsitektur, serta berbagai warisan yang membentuk identitas kota-kota di Indonesia. Hari ini, melalui Ladies Program, kita mencoba mengenal pusaka itu dengan cara yang lebih dekat dan lebih hidup,” jelas Ketua TP PKK Kota Ternate.

Menurutnya, Benteng Oranje bukan sekadar lokasi kegiatan, tetapi juga menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Ternate. Karena itu, keberadaan peserta di kawasan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hubungan antara ruang pusaka dan kehidupan budaya masyarakat.

Ketua TP PKK Kota Ternate menilai perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya. Peran tersebut berlangsung dalam berbagai aktivitas kehidupan, termasuk ketika resep makanan diwariskan, keterampilan diturunkan, kain ditenun, tradisi dirawat, hingga nilai-nilai keluarga diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Di tangan perempuan resep diwariskan, keterampilan diturunkan, kain ditenun, tradisi dirawat, dan nilai-nilai keluarga diteruskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, saya berharap Ladies Program ini menjadi ruang untuk saling mengenal, saling menginspirasi, dan berbagi pengalaman tentang bagaimana perempuan di berbagai daerah menjaga warisan budaya masing-masing,” ungkapnya.

Ketua TP. PKK Kota Ternate itu menambahkan, budaya merupakan sesuatu yang hidup dan membutuhkan peran masyarakat agar tetap terjaga. Kehadiran perempuan dari berbagai daerah dalam Ladies Program diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai cara masing-masing daerah merawat tradisi dan warisan budaya.

Selain memperkenalkan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Ternate untuk memperkenalkan produk lokal kepada para peserta. Kehadiran para perempuan dari berbagai daerah diharapkan turut membuka peluang bagi semakin luasnya pengenalan terhadap produk dan kekayaan lokal Ternate.

Marliza M Tauhid turut mengajak seluruh peserta menikmati berbagai pengalaman yang ditawarkan selama berada di Kota Rempah, mulai dari kekayaan kuliner hingga alam Ternate.

“Selamat menikmati Kota Ternate, kulinernya dan alamnya. Jangan lupa ketika pulang, bawa cerita yang baik tentang Kota Ternate. Kami berharap cerita yang dibawa pulang dari sini adalah cerita indah dari Kota Rempah,” tuturnya.

Ladies Program menjadi salah satu rangkaian kegiatan Rakernas XII JKPI yang menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan Kota Ternate. Melalui pengalaman langsung di Benteng Oranje, peserta tidak hanya mengenal sejarah dan budaya, tetapi juga menikmati kuliner serta tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat sebagai bagian dari identitas Ternate sebagai Kota Rempah.

Pemilihan Benteng Oranje sebagai lokasi Ladies Program dinilai sangat tepat. Selain menyuguhkan pemandangan sejarah yang megah, peninggalan benteng bentukan masa kolonial ini menjadi simbol penting bagaimana Ternate mampu merawat warisan cagar budayanya hingga saat ini.

Melalui perpaduan aktivitas gaya hidup sehat dan promosi kearifan lokal, agenda Ladies Program berhasil memberikan kesan mendalam bagi para peserta Rakernas XII JKPI. Kegiatan ini menegaskan bahwa diplomasi budaya tak hanya terjadi di meja perundingan, tetapi juga dapat terjalin erat melalui keindahan seni, kelezatan kuliner, dan kehangatan tradisi lokal.