Kabar27 – Peringatan Hari Santri menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Ternate untuk mendorong sinergi lintas sektor dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter, dan bersemangat kebangsaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, menekankan, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan semata, melainkan juga harus berlandaskan pada akhlak dan tanggung jawab.
Hal ini disampaikan orang nomor tiga di jajaran Pemerimtah Kota Ternate saat menjadi pembicara pada Tablig Peringatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan oleh DPW Hidayatullah di masjid raya Almunawar Ternate, Minggu (25/10/2026).
Rizal mengatakan, di tengah dinamika zaman saat ini, generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan nyata seperti derasnya arus informasi, perubahan sosial, maraknya perundungan, hingga menurunnya tingkat kepedulian sosial.
“Oleh karena itu, santri dan pelajar diposisikan sebagai bagian penting penerus bangsa yang tidak hanya berilmu dan beradab, tetapi juga memiliki kecintaan yang mendalam terhadap tanah air,” tukas Sekda Rizal.
Dalam materinya, Dr Rizal yang menjabat sebagai Sekda Kota Ternate turut menyoroti tiga nilai utama yang perlu ditanamkan dan dibangun secara berkesinambungan oleh seluruh elemen.
“Pertama, akhlak mulia, dengan menanamkan sikap jujur, santun, amanah, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Kemudian, membentuk pribadi yang disiplin, mandiri, tangguh, bertanggung jawab, serta konsisten dalam melakukan kebaikan. Berikut, menumbuhkan cinta tanah air, penghargaan terhadap perbedaan, komitmen menjaga persatuan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila,” ungkap Sekda Rizal seraya menyatakan, ilmu memberikan kemampuan, namun akhlak dan karakterlah yang menuntun penggunaan ilmu.
Pemerintah Kota Ternate lanjut Dr Rizal telah berkomitmen mengambil peran strategis melalui penyusunan kebijakan dan program yang mendukung pendidikan karakter serta penguatan kehidupan keagamaan.
Pemerintah juga aktif memfasilitasi kolaborasi antara pesantren, lembaga sekolah, keluarga, tokoh agama, hingga masyarakat luas.
Selain itu, pemerintah mendukung penuh kegiatan kepemudaan, literasi digital, pelestarian budaya lokal, gotong royong, serta kepedulian sosial, sembari memberikan teladan lewat pelayanan publik yang jujur, adil, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dijelaskan Sekda, pembangunan generasi berkarakter ini dinilai tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya penguatan sinergi dari berbagai pihak.
Ulama dan Pesantren, berperan menanamkan nilai agama, adab, keteladanan, serta kepedulian, kemudoan Pemerintah, bertugas membuat kebijakan, memberikan fasilitas, dan memastikan keberlanjutan program.
“Pendidik dan Sekolah, mengembangkan ilmu pengetahuan, disiplin, nalar kritis, dan kebiasaan positif. Keluarga menjadi ruang utama dan pertama dalam pembentukan akhlak serta rasa tanggung jawab dan menciptakan lingkungan yang aman, toleran, penuh kepedulian, dan menjunjung tinggi gotong royong,” tukasnya.
Guna mewujudkan visi tersebut, berbagai langkah konkret dapat dilakukan di tengah masyarakat, di antaranya membiasakan salam, sopan santun, disiplin waktu, kejujuran, serta tanggung jawab.
Selain itu, kegiatan keagamaan, literasi, olahraga, seni, dan pengabdian sosial perlu dihidupkan kembali. Penggunaan media digital juga harus dilakukan secara bijak dengan menyaring informasi, menghindari ujaran kebencian, serta mencegah perundungan.
Santri sebagai bagian dari elemen bangsa diharapkan mampu menjaga tradisi keilmuan dan akhlak, bersikap terbuka terhadap perkembangan zaman, serta menjadi jembatan persaudaraan yang menghormati perbedaan.
“Generasi berakhlak mulia adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa,” pungkas Rizal, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, hingga tingkat bersama.
