DAERAH  

KM Intim Teratai Karam di Pulau Makian, Tak ada Korban Jiwa

KM Intim Teratai Karam di perairan Pulau Makian
KM Intim Teratai Karam di perairan Pulau Makian

Kabar27 – Sebuah kapal konvensional KM Intim Teratai dilaporkan mengalami kecelakaan laut di perairan pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa (17/2/2026) dinihari.

Kapal nahas itu, dalam perjalanan dari pelabuhan Babang menuju Pelabuhan Bastiong di Kota Ternate.

Berdasarkan rilis dari Basarnas Ternate yang diterima, peristiwa laka laut ini bermula pada hari Senin tanggal 16 Februari 2026 pukul 21.00 WIT, KM Intim Teratai bertolak dari Pelabuhan Babang menuju pelabuhan Bastiong Ternate.

Dalam perjalanan, kapal mengalami karam di depan pulau Makian Halmahera Selatan, pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 04.45 WIT (dinihari).

Kamtor Basarnas Ternate menerima laporan kecelakaan dari penumpang kapal. “Penumpang kapal melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate dan meminta bantuan evakuasi,” ungkap Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani Selasa, (17/2/2026) pagi melalui keterangan tertulis.

Basarnas menyampaikan, setelah menerima laporan Tim Rescue Kansar Ternate bersama unsur yang terlibat langsung mempersiapkan tim dan bergerak menuju LKP menggunakan Kapal KN. SAR Pandudewanata untuk melakukan operasi penyelamatan.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 149 penumpang dan awak kapal Intim Teratai yang mengalami kecelakaan di pesisir Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, serta unsur Kapal Patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) TNI bersama sejumlah unsur lainnya.

Para korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Bastiong dan Pelabuhan Ahmad Yani, di Kota Ternate.

Beberapa penumpang yang dievakuasi lebih awal dilaporkan mengalami luka dan cedera akibat benturan dan terkena batu dan karang saat para penumpang melompat dari atas kapal karena panik.

Beberapa korban harus mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit, karena mengalami pendarahan.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdhani, menjelaskan, sebagian korban mengalami luka akibat kepanikan saat kejadian.

“Rata-rata korban panik sehingga melompat dan terjadi benturan dengan batu atau karang di sekitar lokasi. Salah satu korban mengalami pendarahan, seorang perempuan yang diduga sedang hamil, namun hingga kini kami masih menunggu keterangan lebih lanjut,” jelas Iwan.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, pihak kepolisian memastikan akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kapal kehilangan kendali hingga menabrak karang.

Sementara itu, kondisi kapal hingga saat ini masih berada di lokasi kejadian dan terus dihantam gelombang di pesisir perairan Pulau Makian.