NEWS  

Merawat Akar Budaya, Sekda Ternate: Kampung Tua Tubo adalah Identitas Kota Rempah

Kabar27- Derasnya arus globalisasi dan akulturasi budaya menjadi tantangan tersendiri bagi kelestarian warisan leluhur. Merespons hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga dan melestarikan eksistensi Kampung Tua Tubo serta nilai-nilai budaya Kesultanan Ternate.

Ajakan ini ditegaskan Rizal saat membuka Sarasehan Kebudayaan yang diinisiasi dengan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara.

Mengusung temaKampung Tua Tubo: Sejarah dan Pelestarian Kampung Adat di Tengah Akulturasi Budaya” acara ini menjadi ruang refleksi strategis bagi arah kebudayaan di Ternate.

Sarasehan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara Muhammad Tang, Tuli Lamo Kesultanan Ternate Irwan Abdul Gani, akademisi Sahrony A. Hirto, serta para pegiat budaya, tokoh masyarakat, dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Sekda Ternate, Dr Rizal Marsaoly memberikan apresiasi tinggi kepada BPK Maluku Utara. Ia menekankan bahwa menjaga warisan sejarah bukanlah tanggung jawab satu pihak saja.

“Kalau kita berbicara tentang pelestarian kebudayaan, ini bukan menjadi kerja pemerintah semata. Ada tokoh adat, tokoh masyarakat, pegiat budaya, akademisi, komunitas, media, hingga generasi muda yang harus terlibat. Pelestarian budaya adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Rizal.

Menurutnya, kolaborasi antar-pemangku kepentingan adalah kunci utama agar pelestarian budaya tidak hanya sebatas seremonial, melainkan menjelma menjadi program nyata yang berkelanjutan.

Hal ini, lanjut Sekda, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045 dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional.

Dikatakan Sekda, era digital yang bergerak sangat cepat, nilai-nilai budaya menjadi tameng pelindung karakter generasi muda.

“Menyiapkan generasi emas bukan pekerjaan yang mudah. Di era digital saat ini, kita harus memiliki proteksi melalui nilai-nilai budaya agar generasi muda tidak kehilangan identitas,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kota Ternate telah menjadikan penguatan nilai budaya sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kebijakan pembangunan kota ke depan akan sangat berpijak pada kearifan lokal, termasuk mengintegrasikan tujuh nilai dasar budaya Kesultanan Ternate yang selama ini menjadi falsafah hidup masyarakat.

Di akhir sambutannya, Rizal menaruh harapan besar agar Sarasehan Kebudayaan ini dapat membuahkan hasil yang terukur.

“Harapannya, ada pemetaan yang jelas dan aksi nyata sehingga pelestarian Kampung Tua Tubo benar-benar terwujud. Dengan begitu, warisan budaya Ternate tetap terjaga dan menjadi kebanggaan generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya.