NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC

Kabar27 – Kedekatan antara dunia industri dan akademisi terasa begitu hangat dalam gelaran Study Club 2: “Introduction of Hydrothermal Alteration” yang diadakan
oleh Divisi Learning SEG UNPAD SC, Rabu (6/5/2026). Di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran (UNPAD), PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) hadir bukan sekadar sebagai pemateri, melainkan sebagai “kakak kelas” dan mitra yang peduli pada pengembangan generasi penerus.

Semangat berbagi ini semakin nyata saat NHM menyerahkan hibah spesimen batuan asli dari area Tambang Emas Gosowong. Langkah ini merupakan bentuk dedikasi Perusahaan untuk membawa realita industri ke dalam ruang kelas, memastikan mahasiswa dapat menyentuh dan mempelajari langsung bukti kekayaan alam Indonesia sebagai bekal riset dan pembelajaran mereka di masa depan.

Kegiatan berlangsung Rabu, 6 Mei 2026, di Bale Rucita Gedung Rektorat UNPAD. Dipandu oleh Dr. Aton Patonah, S.T., M.T., selaku Kepala Unit Penjaminan Mutu FTG UNPAD sebagai Moderator. Dalam sambutannya, Aton menyampaikan apresiasi kepada NHM yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah padatnya aktivitas operasional perusahaan.

“Kami berterima kasih atas partisipasi NHM, tentu tidak mudah menghadirkan praktisi industri di tengah kesibukan operasional. Ini juga membuktikan bahwa koneksi alumni sangat penting sebagai jembatan kolaborasi kampus dengan dunia kerja,” ucapnya.

Kolaborasi ini menghadirkan tiga praktisi senior NHM yang membagikan pengalaman langsung mengenai operasional pertambangan dari berbagai sudut pandang teknis.

Bahrudin Abiad, Manajer Tambang Bawah Tanah Kencana, mengawali sesi dengan memaparkan studi komparatif praktik terbaik operasional tambang bawah tanah di Gosowong. Paparan kemudian dilanjutkan oleh Rendy Nurdianto, Manajer Eksplorasi NHM, yang menjelaskan karakteristik
alterasi hidrotermal pada endapan epitermal melalui studi kasus Tambang Emas Gosowong.

Sementara itu, Dharma Irwanda, Superintendent Geologi NHM, melengkapi rangkaian materi
dengan menekankan pentingnya akurasi pengeboran sebagai salah satu faktor kunci dalam keberhasilan eksplorasi mineral hingga proses penambangan.
Tidak hanya berbagi materi, NHM menyerahkan hibah batuan ubahan (altered rock) beserta contoh mineralisasi yang berasal dari batuan sekitar deposit Gosowong Vein. Spesimen tersebut merupakan batuan penciri atau indikator adanya mineralisasi emas ekonomis di deposit Gosowong. Hibah ini menjadi bentuk dukungan konkret agar mahasiswa dapat memahami konsep alterasi hidrotermal secara lebih nyata.

“Dengan adanya sampel altered rock dan batuan mineralisasi dari Gosowong, mahasiswa bisa melihat langsung output dari aktivitas hidrotermal yang berhubungan dengan keterdapatan mineralisasi emas ekonomis. Ini menjadi bahan ajar yang ideal, sekaligus bisa dijadikan referensi indikator dalam memahami karakter zona ubahan dan model eksplorasi untuk potensi mineralisasi emas berikutnya,” ujar Rendy.

Sesi ini menjadi momen berharga bagi para mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para praktisi, mengubah ruang kelas menjadi wadah diskusi yang hidup mengenai realita dan tantangan di industri pertambangan. Melalui kehadiran ini, NHM ingin menunjukkan kepeduliannya dalam merangkul calon-calon geolog masa depan. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, NHM berkomitmen untuk terus merawat hubungan baik dengan dunia pendidikan demi membantu generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang kompeten, percaya diri, dan siap melangkah menuju dunia kerja.