NEWS  

Ternate Optimistis Menuju Geopark Nasional, Bappenas Berikan Asistensi Penyusunan Rencana Induk

Kabar27- Pemerintah Kota Ternate terus memantapkan langkah untuk meningkatkan status Aspiring Geopark Ternate menjadi Geopark Nasional. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Pembahasan Peninjauan Muatan Rencana Induk dan Kunjungan Lapangan yang berlangsung di Kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Rabu (24/6/2026).

Rapat strategis ini dihadiri oleh Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas, Togu Santoso Pardede; Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Safri Burhanuddin; serta jajaran kepala perangkat daerah dari Pemkot Ternate dan Pemprov Maluku Utara.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan bahwa upaya pengembangan Geopark Ternate kini memiliki landasan hukum yang lebih kokoh. Hal ini merujuk pada terbitnya Keputusan Menteri ESDM Nomor 69.K/GL.01/MEM.G/2025 tentang Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) Kota Ternate. Kebijakan tersebut mengakui adanya 19 situs warisan geologi (geosite)—17 situs di Pulau Ternate dan 2 situs di Pulau Hiri—yang kini wajib dilindungi dan dikelola secara berkelanjutan.

Menurut Rizal, program geopark ini dirancang melampaui sekadar pelestarian alam atau konservasi. “Geopark Ternate kami jadikan instrumen vital pembangunan daerah. Kami mengintegrasikan kekayaan geologi, sejarah, dan budaya untuk memperkuat sektor edukasi, riset, serta mitigasi bencana. Pada akhirnya, ini diharapkan mampu mendongkrak pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif lokal,” jelasnya.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut konkret dari komitmen antara Pemerintah Kota Ternate dan Bappenas yang telah dirintis sejak September 2025. Kehadiran tim Bappenas dan KNGI di Ternate bertujuan untuk memberikan asistensi, verifikasi substansi lapangan, serta pendampingan langsung dalam penyusunan dokumen Rencana Induk Pengembangan Geopark Ternate.

“Dukungan Bappenas sangat penting untuk memastikan Rencana Induk ini selaras dengan kebijakan pembangunan nasional. Kami ingin dokumen yang dihasilkan benar-benar kuat, realistis, dan aplikatif,” tambah Rizal.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, perbaikan rencana induk akan dilakukan awal bulan depan setelah seluruh masukan dan penyempurnaan substansi terakomodir. Selanjutnya, pada akhir Juli, akan diadakan rapat koordinasi lintas sektor bersama kementerian dan lembaga terkait guna menyelaraskan dokumen.

Pemerintah Kota Ternate menargetkan proses ini rampung pada akhir Agustus 2026, yang ditandai dengan terbitnya Surat Rekomendasi atas Rencana Induk Geopark sebagai tahapan krusial menuju pengakuan sebagai Geopark Nasional.