NEWS  

UMKM Ternate Diserbu Delegasi Rakernas JKPI

Suasana di swalayan TaraNoAte
Suasana di swalayan TaraNoAte

Kabar27 – Perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate yang memasuki hari-hari terakhir membawa angin segar bagi perekonomian daerah.

Ribuan delegasi dari berbagai kabupaten/kota se-Nusantara yang memadati lokasi kegiatan terbukti memberikan dampak instan: para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal panen cuan.

Sejak pembukaan rangakaian agenda Rakernas di benteng Oranje hingga mendekati penutupan, arena pameran kerajinan dan sentra kuliner khas Maluku Utara tidak pernah sepi pengunjung. Produk berbasis rempah terutama olahan pala dan cengkeh menjadi primadona utama yang diburu para delegasi sebagai buah tangan.

Burhan Rope salah satu pengelola toko oleh-oleh TaraNoAte binaan Dekranasda melaporkan, produk olahan rempah seperti sirup pala, manisan pala, dan kopi rempah mencatatkan lonjakan penjualan hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Dia mengaku stok barang yang disiapkan Dekranasda di toko oleh-oleh TaraNoAte laris manis.

“Alhamdulillah, berkah agenda JKPI ini luar biasa. Banyak pengurus delegasi dan tamu dari luar daerah yang belanja borongan dalam jumlah besar untuk oleh-oleh instansi mereka,” ujar Burhan yang akrab disapa Butes.

Pernyataan senada juga disampaikan Eko Yoan Irawan, pemilik Joe Ternate Apparel.

Menurutnya, sejak kegiatan JKPI berlangsung pada 26 hingga 29 Agustus 2026, omzet penjualan kaos khas Ternate milik Joe meningkat hingga dua kali lipat.

“Waktu pembukaan kegiatan JKPI itu pendapatan saya meningkat mulai dari Rp2 juta hingga Rp4 juta,” ujar Joe saat ditemui di booth Joe Ternate Apparel baru-baru ini.

Selain itu, wastra dan kerajinan lokal seperti Kain Batik Tubo khas Ternate serta aksesori kerajinan berbahan batok kelapa, kayu, kerang hingga besi putih laku keras dipesan sebagai cenderamata resmi kontingen.

Sentra-sentra kuliner malam di sekitar kawasan belakang mall, pandara kananga hingga rumah makan popeda penuh sesak oleh pendatang yang penasaran mencicipi kuliner khas seperti, popeda, gohu ikan, nasi bulu hingga dan air guraka.

Noni (48), salah satu pelaku UMKM yang menjual panganan khas bagea kenari, makron hingga biskuit kenari turut merasakan dampak positif dari gelaran Rakernas JKPI di Kota Ternate.

Menurutnya, sejak awal pekan kemarin, panganan yang dijual di Kelurahan Tanah Raja kompleks Langgar Ijo laris manis, “paling banyak itu, roti kenari, makron dan bagea, itu paling banyak dicari,” ucap Noni seraya memgucapkan rasa syukur.

Pemerintah Kota Ternate menilai perputaran uang selama ajang nasional ini memberikan suntikan modal dan semangat baru bagi ekosistem UMKM Ternate. Rakernas JKPI tidak hanya sukses menegaskan posisi Ternate sebagai kota rempah bersejarah, tetapi juga membuktikan bahwa event berbasis kebudayaan mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat secara langsung.