KabarHalbar – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara resmi memulai Pemeriksaan Kinerja Pendahuluan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo. Audit ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026.
Dimulainya proses audit ditandai dengan agenda entry meeting di Ruang Rapat RSUD Jailolo, Halmahera Barat, Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Setda Halmahera Barat, Inspektur Kabupaten Halmahera Barat, serta Direktur RSUD Jailolo bersama jajaran manajemen.
Pemeriksaan ini berfokus pada evaluasi tata kelola rumah sakit agar lebih efektif dalam mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat untuk periode 2025 hingga Semester I 2026.
Inspektur Kabupaten Halmahera Barat, Fenny Kiat, menegaskan komitmen Pemkab Halmahera Barat untuk mendampingi dan mendukung penuh seluruh rangkaian audit.
“Kami akan memastikan penyediaan data dan dokumen yang diperlukan serta memberikan informasi yang dibutuhkan selama proses pemeriksaan. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya bersama mewujudkan tata kelola rumah sakit yang lebih baik, transparan, dan akuntabel,” ujar Fenny.
Dia juga mengimbau seluruh pihak terkait untuk menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Tim BPK.
Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Jailolo, Sefnath Radja Baycole, menyatakan kesiapan jajarannya untuk bersikap terbuka dan kooperatif.
“Seluruh data dan dokumen yang dibutuhkan akan kami siapkan. Kami memandang pemeriksaan ini sebagai momentum untuk terus memperbaiki tata kelola dan pelayanan di RSUD Jailolo,” ungkap Sefnath.
Pemeriksaan pendahuluan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas BPK RI Nomor 262/T/ST/DJPKN-VI.TER/PPD.02/08/2026.
Pada tahap awal, Tim BPK akan mengkaji Proses bisnis tata kelola rumah sakit, Identifikasi risiko operasional dan manajerial serta Penentuan ruang lingkup pemeriksaan lebih mendalam.
Guna memperlancar proses tersebut, Pemkab Halmahera Barat dan jajaran RSUD Jailolo telah mengkompilasi dokumen pendukung yang mencakup aspek keuangan, pelayanan medis, sumber daya manusia (SDM), hingga operasional rumah sakit.
