Kabar27- Seekor paus jenis sperma dengan panjang sekitar 10 meter ditemukan terdampar dalam kondisi mati di pesisir Pantai Taduma, Kecamatan Pulau Ternate. Bangkai mamalia laut tersebut ditemukan warga setempat dalam keadaan membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap, yang diduga telah terseret ke tepian pantai sejak pekan lalu.
Menanggapi kejadian yang menarik perhatian warga ini, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, langsung turun tangan mendatangi lokasi kejadian untuk meninjau kondisi bangkai paus secara langsung. Pemerintah kota bersama pihak terkait, termasuk instansi pengelola sumber daya laut, segera berkoordinasi untuk mengambil langkah penanganan evakuasi guna mengantisipasi dampak lingkungan serta kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Mendapat informasi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi bangkai paus.
Sekda langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate untuk segera mengambil langkah penanganan darurat.
“Penanganan harus dilakukan secepatnya agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan gangguan kesehatan bagi warga sekitar,” tegas Rizal di lokasi.
Lantaran kondisi bangkai paus yang sudah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat, pemerintah daerah memutuskan untuk menanam atau mengubur bangkai mamalia tersebut di areal sekitar Pantai Taduma.
Langkah penguburan dipilih sebagai opsi terbaik untuk menghentikan bau busuk yang kian menyengat, sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit dari bangkai yang membusuk di tepi pantai.
